Seperti dikutip CNN, Senin (8/12/2014) CEO Lamborghini, Stephan Winkelman menjelaskan, alasan pemilihan SUV dikarenakan perangkat mesin mobil hybrid itu lebih mudah dipasang.
"Karena tubuh SUV yang tinggi, sehingga lebih mudah masuk. Jenis teknologinya, seperti yang terlihat di (konsep) Asterion saat ini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Asterion bertenaga 910 hp yang dihasilkan oleh sebuah mesin konvensional V10 dan tiga buah motor listrik. Performa itu diklaim sesuai dengan keinginan para pecinta mobil Lamborghini.
Namun, sebelum memasarkan mobil itu, pabrikan asal Italia yang kini dibawah payung Volksawgen Group itu akan memasarkan crossover bermesin bensin, Lamborghini Urus, terlebih dahulu. Mobil itu dijadwalkan sudah beredar di pasar dua atau tiga tahun mendatang.
Saat ini, pabrikan itu, telah memiliki dua model andalan yakni Lamborghini Aventador dan Lamborghini Huracan. Masing-masing dibanderol US$ 360.000 atau sekitar Rp 4,42 miliar dan US$ 260.000 atau sekitar Rp 3,19 miliar.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi