Program ini disiapkan sebagai apresiasi bagi perorangan pemilik Xenia dengan tahun produksi tertua, tahun pemakaian terlama, kilometer pemakaian terpanjang, dan yang melakukan perawatan berkala secara rutin di bengkel resmi Daihatsu, Daihatsu mempermak mobil konsumen hingga menjadi seperti baru.
"Kita rekondisi 6 bagian di antaranya, bagian mesin, penggerak transmisi gardan, ekterior luar, interior, kelistrikkan," kata Teknisi Daihatsu, Bambang Supriyadi, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagian ekterior, semua komponen part kita copot dan kita pasang kembali, ada 200 item part yang kita periksa dan ganti. Dan karena kita bisa memonitor kondisi kendaraan karena sering ke bengkel resmi mempermudah pengerjaan, paling banyak yang diganti part yang berbahan karet," katanya.
"Mesin, hampir semuanya bagus, permasalahan hanya bunyi dan tetesan oli, terutama yang di Makassar. Karena penggunaan dari Makassar menuju Mamaju itu sangat jauh, ini agak khusus karena kondisi jalanan disana cukup berat. Dan kalau mesin yang paling besar mengganti pompa air," tambahnya.
Lalu apa tanggapan konsumen Daihatsu ya Otolovers? Pastinya mereka sumringah.
"Saya sangat surprise sekali, biasanya banyak yang baret-baret, sekarang sudah seperti saya melihat 10 tahun lalu. Xenia ini banyak buat usaha dan buat berkendara bersama keluarga," ujar Ivan asal Balikpapan, Yang telah berlari bersama Xenia 2004 hingga 135.000 km.
"Xenia 2004 kami pakai buat rekreasi bersama keluarga, pernah ke Gunung Bromo, Diieng, pantai selatan. Saya tidak menyangka ini bahwa itu mobil saya, semuanya baru," ucap Sukoco F.A, yang sudah berkendara hingga 85.000 km.
"Saya tidak menyangka ini mobil saya, Saya sudah berkendara hingga 175 ribu km. Daihatsu Xenia Saya gunakan setiap hari untuk usaha, Xenia sangat nyaman karena bisa muat banyak," kata Monica asal Surabaya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk