Tantangan itu datang langsung dari bos Daimler β perusahaan induk Mercedes-Benz - Dieter Zetsche. Laporan majalah Sport Bild, Jerman yang dilansir Autoevolution, Jumat (05/12/2014), menyebut tantangan itu bukanlah guyonan meski kedengarannya seperti sombong.
Namun karena ketiga merek itu berbagi 80 persen pangsa pasar mobil mewah di seluruh dunia, jadi terasa wajar saja jika Mercy mengajak Audi dan BMW head to head di F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ketiga merek mewah, hanya Audi yang tidak pernah menjadi pemain di F1, BMW sebelumnya pernah bertarung sampai 2006 bersama tim Sauber. Sejak itu, belum pernah ada niatan lagi dari pabrikan Munich itu untuk kembali ke gelanggang F1.
Sejak teknologi turbocharger BMW dikenalkan yakni TwinTurbo, BMW sebenarnya punya peluru untuk masuk di F1. Apalagi mereka pernah sesumbar kalau turbo twin mereka lebih efisien dan memiliki tenaga berlebih dari pemain lainnya.
Audi juga bisa menggunakan keahlian Porsche dalam meracik mobilnya. Pabrikan yang bermarkas di Stuttgart ini dikenal sebagai jagonya balapan LeMans, dan mereka pernah berkata kalau balapan di Formula 1 sangat menarik.
Di balapan lain, ketiga merek ini, bersaing di arena DTM (Deutsche Tourenwagen Masters) yang merupakan balapan terbesar di Jerman. Di arena ini, Mercy kalah jauh. Tahun ini pabrikan berlogo bintang itu tidak memenangkan apapun. BMW menjadi pemenang untuk tim dan pebalap, sedangkan Audi sebagai produsen mobil terbaik.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi