"Kita tidak pengaruh yah soal itu. Soalnya di kita kan produksi mobil dengan spesifikasi bahan bakar RON tinggi," ujar National Sales Manager Subaru, Hengky Panulu di Nge Ann City, Orchard Road, Singapura, Selasa (11/11/2014).
Hengky menjelaskan rata-rata mobil Subaru harus diisi bahan bakar RON 95. Dengan begitu, mobil Subaru harus diisi bahan bakar kelas Pertamax Plus. Selain itu, konsumen Subaru juga bukan orang memikirkan harga BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung apakah Subaru akan menaikkan harga mobilnya karena BBM naik, Hengky belum bisa memastikan. Dia menunggu regulasi pemerintah dan kompetitiornya.
Lanjut, dia menjelaskan, penjualan Subaru tidak terganggu terkait kenaikan harga BBM. Saat Premium dari Rp 4.500 naik jadi Rp 6.500 Subaru tidak kehilangan angka penjualan.
"Intinya penjualan kita selalu stabil," jawab Hengki singkat.
(rvk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin