Seperti dilansir laman CNN, Selasa (28/10/2014), biaya penarikan kembali mobil mencapai sekitar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Uang sebanyak itu untuk ongkos perbaikan mobil berikut kompensasi kepada korban meninggal atau luka akibat kecelakaan.
"Tentu, itu berpengaruh kepada bagaimana perusahaan menghitung pembagian laba kepada karyawan," kata CEO GM Mary Barra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barra menyatakan, pihaknya tengah menghitung dividen saham bagi karyawan. Namun soal besaran keuntungan yang akan dibagikan itu, GM akan menghitungnya pada akhir tahun. Karena recall belum lah usai.
Pabrikan ini telah menarik mobil buatannya sekitar 30 juta unit tahun ini karena berbagai permasalahan. Salah satu permasalahan yang dianggap fatal adalah masalah pengapian di mesin mobil yang telah berlangsung 10 tahun.
Namun masalah ittu diduga tak dilaporkan ke pihak berwajib. Akibatnya, pabrikan ini menghadapi tuntutan dari berbagai pihak, termasuk pemilik mobil.
(arf/ddn)










































