"Oh bukan. Ini soal tempat saja. Orang Indonesia sangat berbakat, cepat terampil kalau diberi contoh," tutur instruktur mengemudi profesional asal Australia, Steve Pizzati, saat ditemui detikOto di sela Porsche Sport Driving School, di Sentul, Jawa Barat, Jumat (24/10/2014).
Menurutnya, soal pemilihan lokasi sepenuhnya kewenangan Porsche. Namun, yang pasti, pelatihan itu dilakukan secara berjenjang dari yang sederhana hingga tersulit untuk mempraktikkan fitur yang ada di mobil Porsche. "Itu tentunya juga butuh lokasi yang pas," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dibenarkan Managing Director PT Eurokars Artha Utama (Porsche Indonesia) Christoph Choi. "Memang level 1 dan 2 di lokal. Kemudian 3,4, dan 5 di Brisbane, Australia. Ini semata-mata untuk mencari lokasi yang memadai," ujarnya.
Soalnya, kata Chsritoph, untuk mempraktikkan fitur Posche yang banyak jumlahnya juga membutuhkan tempat yang sesuai dengan kondisi atau kesulitan yang sebenarnya.
"Jadi bukan karena di Indonesia karena keterampilannya hanya sebatas level 1 dan 2. Tapi ini soal pilihan tempat," kata dia.
Pelatihan seperti ini merupakan program global Porsche. Peserta diwajibkan untuk lulus setiap level sebelum mengikuti level selanjutnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas