"Di bulan Oktober 2014 ini, saya pikir kami akan review lagi kondisi penjualan kami. Kami (Nissan) tidak mau terjebak dengan perang diskon," ujar General Manager Marketing Communication & Product Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, saat dihubungi detikOto, Selasa (21/10/2014).
"Karena kalau sudah masuk (mengikuti memberikan diskon berlebih-Red) akan susah mengakhirinya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya kami akan menambah jumlah pameran, dan kami akan menambah aktivitas kami untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen. Bukan dengan memberikan diskon berlebih," ucapnya.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika memberikan diskon berlebih bisa membuat rugi konsumen juga pada akhirnya.
"Mungkin, ini terkait dengan kondisi pasar, kalau semua pemain memberikan diskon kami tidak bisa lari. Tapi ini pasti memiliki efek jangka panjang bisa merusak pamor," kata Budi.
"Dan ini bisa mempengaruhi harga jika konsumen ingin menjualnya kembali. Makanya kami (Nissan-Red) tidak ingin terjebak dengan perang diskon," tutup Budi.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS