PT Astra Daihatsu Motor selaku pabrikan yang menawarkan model murah ramah lingkungan bersama Toyota Astra Motor, berharap pemerintah baru dibawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) bersikap bijak dalam menyikapi program mobil murah (LCGC). Sebelum membuat kebijakan terkiat insentif pajak bagi mobil itu, pemerintah diharapkan berdikisusi dengan kalangan industri.
"Pemerintah (baru) mudah-mudahan mau bijaksana berdiskusi dengan Gaikindo (gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) untuk mengerti pola keseluruhannya tentang industri seperti apa,"tutur Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu, Amelia Tjandra, di sela acara Riang Xenia, di Jakarta, Minggu (19/10/2014).
Dengan masukan dari industri,kata Amel,pemerintah diharapkan membuat evlausi secara secara jernih kebijakan tentang mobil murah dan ramah lingkungan yang tengah berjalan saat ini. Sebab, bila terjadi penghapusan insentif pajak bagi mobil itu, yang menanggung akibatnya adalah konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan,Andin Hadiyanto, menyebut pihaknya tengah mengevaluasi kebijakan yang mendasari LCGC. Soalnya,keberadaan LCGC dinilai sesuai dengan harapan.
Langkah Badan itu terkiat pernyataan Presiden terpilih Jokowi pada pertengahan September lalu. Saat itu mantan Gubernur DKI Jakarta iini mengatakan tidak akan menjual mobil LCGC lagi pada pemerintahannya.
Berbagai spekulasi pun muncul tentang alasan Jokowi. Salah satunya, karena mobil LCGC dinilai sebagai salah satu sumber pemborosan bahan bakar bersubsidi dan penyumbang kemacetan.
(rgg/arf)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk