Untuk mewujudkannya, Daihatsu pun menggelar seminar bertema 'Sinergi Daihatsu dengan Dunia Pendidikan Menyongsong AFTA 2015'. Seminar ini disiapkan Daihatsu untuk setiap kepala sekolah dan guru SMK binaan Daihatsu.
"Program pintar bersama Daihatsu (PBD) merupakan bukti komitmen Daihatsu membantu peningkatan kualitas pendidikan SMK di tanah air," kata Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. Amelia Tjandra, di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap seminar dan program PBD ini dapat memacu Insan pendidikan di Indonesia khususnya para guru SMK untuk terus berinovasu meningkatkan kualitas pendidikan SMK di Indonesia," katanya.
Sehingga mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing tinggi di dunia industri menjelang penerapan AFTA 2015," tambahnya.
Sebagai catatan, Implementasi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 akan melahirkan masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dengan konsekuensi seorang tenaga kerja dari negara anggota ASEAN dapat bekerja di negara ASEAN lainnya. Tanpa hambatan hanya bermodal keterampilan dan keahlian.
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru