Marketing & Aftersales Servic Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menjelaskan, pihaknya memang tidak membicarakan kepada jaringan dilernya boleh melakukan upping-price, tapi pada kenyataanya cara ini sering dilakukan.
"Karena di negara kita kan hukumnya sampai ke off-the road, setelah on-the road bebas. Harganya dinaikan itu bisa terjadi, saya tidak mau bohong, mereka bisa mark-up uang atau aksesoris agar bisa mendapatkan mobil lebih cepat atau tidak perlu menunggu lama," ungkap Jonfis di SMKN 4 Bogor, Kamis (21/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berbicara realnya karena pasti ada konsumen yang mau. Diler itu pengusaha, apa yang diinginkan konsumen pasti diusahakan," katanya.
Lebih lanjut, Jonfis menyarankan ada baiknya untuk menghindari dan mengurangi hal tersebut maka konsumen diminta memesan HR-V atau mobil baru lainnya di booth Honda yang ada di IIMS.
"Di IIMS kita ada patokan booking fee, jadi, konsumen tidak dipermainkan. Mending di IIMS saja, karena untuk mengurangi upping price," pungkasnya.
(ady/ikh)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu