Dalam acara tersebut peserta diberi kesempatan merasakan sensasi pengalaman mengendarai mobil-mobil motorsport yang diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Mendapat undangan dari Michelin, detikOto berkesempatan mengendarai Formula 4, Clio Cup, Citroen C2 Rally, Toyota GT 86 dan pada sebuah hot lap berkesempatan menjadi penumpang Lamborghini Super Trofeo bersama seorang instruktur balap F1 Scott Mansell.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mencoba trek, peserta terlebih dulu diberikan arahan tentang kondisi rute dan trek sirkuit. Kesempatan pertama para peserta mencoba mobil Clio Cup dan dikendarai di bagian south track Sirkuit Sepang sebanyak 3 lap. Kemudian giliran mengendarai Toyota GT 86 di lokasi yang sama.
Dibandingkan dengan yang setiap harinya mengendarai mobil pribadi, sensasi mengendarai 2 mobil balap tersebut memang tiada duanya. Dengan mobil balap tersebut kita dapat berkendara secepat mungkin di trek lurus kebanggan Sirkuit Sepang, Malaysia.
Selanjutnya, peserta kembali dimanjakan dengan mencoba mobil Citroen C2 Rally di lintasan Rally di Sirkuit Sepang. Mengendarai mobil Rally ini lebih memacu adrenalin para pengemudi awam dibandingkan sebelumnya. Hal itu dikarenakan, lintasan yang berpasir membuat licinnya berkendara di lintasan tersebut dan stir yang susah dikendalikan.
Mobil terakhir yang dapat dikendarai peserta yakni Formula 4, yang memiliki tenaga 185 bhp dan kecepatan maksimum 160 kph. Dan tentunya ban yang digunakan merupakan merek Michelin dengan tipe slick. Saat mengendarai Formula 4, peserta disediakan trek sirkuit Sepang bagian North Track.
Sebelum beraksi dengan Formula 4, peserta mendapat penjelasan tentang trek dan bagaimana mengoperasikan Formula 4. Mendapat info pengoperasian, ternyata terdapat banyak perbedaan antara mobil balap Formula 4 dan mobil balap manual biasa, khususnya dalam penggunaan operan gigi.
Usai mengendarai Formula 4, pengendalian injakan gas menjadi kendala awal saat mencoba mobil balap tersebut. Begitulah mobil balap, baru sedikit ngegas langsung terdengar deru mesin yang keras dan mobil segera melaju dengan kencang.
Sensasi mengendarai mobil balap memang menegangkan dan ekstrem bagi pengemudi non profesional. Hal itu tak luput dari cepatnya laju mobil dan bagaimana menghadapi tikungan-tikungan tajam dengan laju kendaraan yang bergerak cepat namun mobil tetap dapat aman dikendalikan.
Selain itu acara yang dimulai sejak tahun 2006 ini, pada tahun ini diselenggarakan dari 20 Juli 2014 hingga 24 Agustus 2014. Namun beberapa media dari Indonesia, Singapore, Thailand, dan Vietnam berkesempatan mencicipi acara tersebut pada Selasa 5 Agustus 2014.
(tfn/ady)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes