Hal itu dimungkinkan karena BMW i3 memiliki fitur Parking Assistant yang memudahkan penggunanya ketika repot untuk memarkir.
Sistem ini menggunakan radar yang dipasang di sisi kanan yang memindai tempat parkir yang akan ditempatinya. Ketika tempat parkir yang tepat ditemukan, mobil akan melakukan segala sesuatu dengan sendirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaktifkan Parking Assistant dan melompat keluar dari mobil padahal mobil tengah melakukan manuver. Ternyata, ketika fitur sudah diaktifkan, dia akan terus memarkir sendiri.
BMW sendiri beberapa hari lalu memperkenalkan stasiun pengisian listrik yang mereka namakan 'i DC Fast Chargers.' Stasiun pengisian tenaga yang canggih ini bisa mengisi 80 persen tenaga baterai mobil listrik i3, hanya dalam waktu 30 menit saja.
Dengan konstruksi yang ringan dan ukuran yang tidak terlalu besar, stasiun pengisian listrik ini cukup fleksibel untuk ditempatkan di ruang sempit.
Teknologi ini mampu menyediakan semburan listrik 24 kW, untuk mengisi baterai BMW i3 yang berkapasitas 22 kWh. Untuk mengisi 80 persen tenaga mobil ini, hanya butuh waktu 30 menit saja. Sebelumnya, untuk mengisi 80 persen tenaga dalam 30 menit butuh port berkekuatan 50 kW.
Nah, dengan waktu yang relatif singkat tersebut, BMW i3 pun dapat dengan cepat digunakan kembali ketika tenaganya sudah habis. Si pemilik bisa sambil mengisi tenaga mobil mereka sambil mereka makan siang. Ketika makan siang selesai, mobil pun bisa diajak jalan kembali.
Mobil ini sendiri diperkuat motor listrik yang mampu menampilkan 170 tenaga kuda (125 kW) dengan torsi 184 lb-ft (250 Nm). Motor listrik yang hanya memiliki berat 50 kg ini diklaim mampu membuat i3 berakselerasi dari diam sampai 60 km/jam dalam waktu 3,7 detik saja dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 7,2 etik.
Sementara itu, kecepatan puncak (topspeed) mobil listrik ini dibatasi hanya sampai 150 km/jam.
Baterai lithium-ion yang menyimpan tenaga untuk sang mobil Jerman dipercaya mampu membuat BMW i3 menjelajah antara 130-160 km sebelum harus diisi kembali tenaganya.
Di sisi lain, BMW i3 juga memiliki mesin dua silinder berkapasitas 650 cc. Mesin bensin bertenaga 35 hp ini akan bertugas sebagai generator untuk membuat mobil ini mampu menjelajah hingga 300 km.
Untuk bobotnya, BMW i3 memiliki berat hanya 1.195 kg berkat penggunaan serat karbon yang diperkuat plastik. Distribusi beratnya 50:50 untuk menjaga keseimbangan mobil. Tubuhnya kemudian disokong oleh suspensi depan MacPherson dan pelek 19 inchi yang dibalut ban 155/70 R19.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu