Saat ini berbagai produsen kelas dunia memang diketahui tengah mempelajari sebuah teknologi yang memungkinkan mobil bisa berjalan ke tujuan dengan selamat tanpa dikendalikan manusia.
Sebut saja Volvo, Audi, Mercedes-Benz, Nissan atau VW yang tengah sibuk mempelajarinya. Belum lagi raksasa teknologi Google yang juga terhitung sangat serius menggarap teknologi ini karena mereka memperkirakan medan perang teknologi selanjutnya bukan lagi ada di gadget, tapi di mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, dengan tanpa harus mengemudi lagi untuk sampai ke tujuan, peneliti Toyota Ken Laberteaux berpendapat akan ada budaya baru yang tercipta yakni akan mendorong orang untuk melakukan perjalanan jauh dan pada akhirnya mengkonsumsi bahan bakar yang lebih banyak dari biasanya.
Itu disebabkan karena orang tidak lagi harus merasa kelelahan mengemudi. Tinggal duduk, mobil akan berjalan sendiri. Dia tinggal melakukan aktifitas lain agar tidak bosan. Hasilnya, orang diprediksi akan banyak tinggal di tempat yang jauh dari tempat kerja mereka.
"Sejarah AS menunjukkan bahwa kapan saja berkendara Anda lebih mudah, tampaknya ada keinginan untuk hidup lebih jauh," kata Laberteaux di autoevolution.
(syu/ddn)













































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua
Cara Malaysia Kurangi Mobil Tua: Kasih 'Duit' buat Ganti Mobil Baru