Ini Rahasia Dapur Toyota

Ini Rahasia Dapur Toyota

- detikOto
Selasa, 15 Jul 2014 19:47 WIB
Ini Rahasia Dapur Toyota
Jakarta - Berbicara mengenai industri otomotif nasional, maka merek Toyota tidak mungkin bisa dilepaskan. Reputasi tinggi telah mampu dibangun oleh merek Jepang ini. Apa rahasianya?

Dalam buku 'Rahasia Reputasi Toyota Indonesia' dijelaskan kalau sebuah reputasi dapat terbangun jika seluruh stakeholder terlibat langsung. Reputasi inilah yang akan menentukan kelangsungan sebuah bisnis.

Nah, keberadaan Toyota di Indonesia sejak tahun 1971 merupakan bukti reputasi Toyota itu. Bahkan dalam data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota sudah menguasai pangsa pasar otomotif lebih dari 30 persen di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kiat Toyota adalah mengembangkan pola pemasaran Word of Mouth atau dari mulut ke mulut. Hingga kini, inilah cara yang dianggap paling efektif dan ampuh. Sebab bila orang puas terhadap sebuah produk, biasanya dia akan menyarankan produk itu ke orang sekitarnya. Dengan demikian, konsumen secara tidak langsung telah menjadi brand ambassador perusahaan.

Untuk meningkatkan citra, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan bahkan sampai turun ke departemen PR. Dia ingin kampanye, sales promotion hingga PR harus efektif dengan reasonable price. Singkatnya, adalah dengan membuat program kampanye yang low cost tapi high impact.

Akhirnya keluarlah strategi direct communication. Kala itu, Johnny menuntut departement PR Toyota agar ada berita tentang Toyota di media massa, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di daerah. Hal ini dimaksudkan agar tercipta persepsi bahwa Toyota ada dimana-mana.

Selain itu, setiap persoalan yang ada haruslah ditangani dengan secepatnya seraya tidak lupa selalu meminta masukan dan kritik dari banyak orang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan produk.

Johnny yang sudah berkarir di Toyota sejak 1982-2014 pun dijadikan tokoh sentral dan narasumber utama para media ketika berbicara tentang Toyota.

Dalam waktu 3-4 tahun, image Johnny naik hingga muncul Johnny = Toyota, Toyota = Johnny. Lalu image ini di up grade menjadi Johnny = industri otomotif, industri otomotif = Johnny.

Menurut praktisi humas Agung Laksamana menjelaskan peran CEO ini sangatlah vital bagi keberlangsungan dan peningkatan sebuah perusahaan dan Johnny mampu menampilkan kemampuannya.

Image CEO inilah yang secara tidak langsung akan membangun sistem kerja bagi perusahaannya dan pada akhirnya berdampak pada penjualan perusahaan.



(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads