Dalam buku 'Rahasia Reputasi Toyota Indonesia' dijelaskan kalau sebuah reputasi dapat terbangun jika seluruh stakeholder terlibat langsung. Reputasi inilah yang akan menentukan kelangsungan sebuah bisnis.
Nah, keberadaan Toyota di Indonesia sejak tahun 1971 merupakan bukti reputasi Toyota itu. Bahkan dalam data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota sudah menguasai pangsa pasar otomotif lebih dari 30 persen di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meningkatkan citra, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan bahkan sampai turun ke departemen PR. Dia ingin kampanye, sales promotion hingga PR harus efektif dengan reasonable price. Singkatnya, adalah dengan membuat program kampanye yang low cost tapi high impact.
Akhirnya keluarlah strategi direct communication. Kala itu, Johnny menuntut departement PR Toyota agar ada berita tentang Toyota di media massa, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di daerah. Hal ini dimaksudkan agar tercipta persepsi bahwa Toyota ada dimana-mana.
Selain itu, setiap persoalan yang ada haruslah ditangani dengan secepatnya seraya tidak lupa selalu meminta masukan dan kritik dari banyak orang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan produk.
Johnny yang sudah berkarir di Toyota sejak 1982-2014 pun dijadikan tokoh sentral dan narasumber utama para media ketika berbicara tentang Toyota.
Dalam waktu 3-4 tahun, image Johnny naik hingga muncul Johnny = Toyota, Toyota = Johnny. Lalu image ini di up grade menjadi Johnny = industri otomotif, industri otomotif = Johnny.
Menurut praktisi humas Agung Laksamana menjelaskan peran CEO ini sangatlah vital bagi keberlangsungan dan peningkatan sebuah perusahaan dan Johnny mampu menampilkan kemampuannya.
Image CEO inilah yang secara tidak langsung akan membangun sistem kerja bagi perusahaannya dan pada akhirnya berdampak pada penjualan perusahaan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya