Itulah yang diungkapkan oleh Senior Manager Marketing WTC Mangga 2, Herjanto Kosasih pada detikOto.
Dia lalu mencontohkan penjualan di Juni lalu yang hanya 2.600 unit, padahal di bulan yang sama tahun sebelumnya mereka masih sanggup menjual hingga 2.800 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini, lanjutnya, terjadi karena kesalahan perhitungan ATPM sendiri. "Mereka salah hitung, sehingga stok meluber. Nah, stok ini kan harus mereka jual. Belum lagi mobil baru lain karena pabrik kan tidak boleh berhenti produksi. Hasilnya ya itu tadi, mereka diskon besar agar mobilnya laku. Ini efeknya besar banget untuk pedagang mobil bekas," jelasnya.
Akibat hal tersebut, para pedagang mobil bekas pun banyak yang kecewa. Dia pun berharap agar para produsen fair menghadapi keadaan ini, terlebih selain ditekan oleh diskon para ATPM, para pedagang juga masih harus menghadapi pemilu dan tahun ajaran baru anak sekolah yang secara tradisional menurunkan penjualan.
"Efek positifnya, inilah kesempatan konsumen membeli mobil karena baik pedagang mobil baru maupun pedagang mobil bekas jor-joran menjual barangnya," lugas Herjanto.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia