Dengan standar emisi Euro4 keduanya menurut Departement Manager Product Management Mercedes-Benz Indonesia Yudi Lesmana tidak dianjurkan untuk meminum bensin dengan oktan 88. Hanya dalam keadaan darurat saja hal itu dilakukan.
"Karena minimal oktan untuk mobil ini memang RON 90," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan bensin yang benar akan memaksimalkan kemampuan mesin. Sebab untuk urusan performa, GL 400 dapat melesat dari 0 – 100km/jam dalam 6,7 detik dan memiliki konsumsi bahan bakar 9.2-9.6L/100 km (digabungkan).
Sementara itu, ML 400 dapat melesat 0 – 100km/jam dalam 6,1 detik dengan konsumsi bahan bakar 9,1-9,3L/100 km (digabungkan). Kedua kendaraan ini memiliki tingkat emisi yang rendah yaitu untuk GL 400 215-225g/km dan ML 400 212-217g/km.
Masing-masing bisa mencapai kecepatan tertinggi 247 km/jam dan 240 km/jam.
GL 400 dan ML 400 juga menawarkan kenyamanan, hiburan, konektivitas, dan fitur mewah seperti S-Class serta fitur teknologi khas Mercedes-Benz. Suspensi dari chassis ML 400 dilengkapi dengan peredaman selektif, sebuah sistem yang meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang selama perjalanan.
Sementara, GL 400 dilengkapi dengan suspensi AIRMATIC Air bersama dengan Adaptive Damping System (ADS), atau Sistem Peredaman Adaptif, dengan pengendalian level. Selain itu dengan beragam fitur terdepan yang dimilikinya, membuktikan SUV ini mampu melaju pada lintasan off-road tanpa hambatan.
Untuk urusan teknologi, GL 400 dan ML 400 juga sudah memiliki fitur-fitur keamanan yang inovatif. Salah satu fitur yang menonjol pada GL 400 adalah Crosswind Assist merupakan bagian dari Electronic Stability Program (ESP®).
Fitur ini menjamin perlindungan yang lebih ampuh bagi penumpang saat terpaan angin yang kuat berhempus dari arah samping ketika mobil melaju pada kecepatan di atas 80km/jam.
Kedua kendaraan ini dilengkapi DownHill Speed Regulation (DSR) yang akan membuat yang lebih aman dan santai selama perjalanan menurun saat off-road.
Dengan DSR, memungkinkan pengemudi untuk mengatur kecepatan dipertahankan antara 2 dan 18 km/jam yang dipertahankan melalui kontrol otomatis mesin dan transmisi, serta melalui penerapan gaya pengereman.
Modus transmisi off-road dengan tombol off-road yang terdapat di GL 400 dan ML 400 menawarkan kinerja off-road yang lebih baik hanya dengan menekan tombol tersebut. Penyesuaian pengaturan untuk daya mesin, transmisi otomatis, ABS, ESP® dan Sistem Traksi Elektronik 4ETS meningkatkan traksi, terutama pada permukaan yang kurang stabil.
Terdapat pula Active Parking Assist pada GL 400 dan ML 400, mempermudah menemukan tempat parkir serta nyaman untuk meninggalkan kendaraan dilahan parkir. Dengan cara kerjanya yaitu ketika diaktifkan, sistem ini secara otomatis akan mengarahkan kemudi ke tempat parkir yang tersedia.
(syu/ddn)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus