Selasa, 01 Jul 2014 13:01 WIB

'Google Bisa Picu Pergolakan'

- detikOto
Jakarta - Saat ini pihak yang secara serius mengembangkan teknologi mobil yang dapat berjalan tanpa dikemudikan manusia sampai ke tujuan adalah Google. Ternyata produsen mobil sudah memprediksi kalau Google bisa menciptakan 'pergolakan' di industri otomotif.

Memang, setelah Google serius mengembangkan teknologi autopilot sendirian, para produsen mobil kelas dunia seolah berlomba untuk mengembangkan teknologi sejenis.

Dan ternyata, pada tahun 2012, sebuah tim kecil insinyur Google dan staf bisnisnya telah bertemu dengan beberapa pembuat mobil terbesar di dunia untuk membahas kemitraan untuk membangun mobil autopilot.

Dalam satu pertemuan, kedua belah pihak sangat antusias, namun segera menjadi jelas bahwa mereka tidak akan bekerja sama. Sebab Google dan produsen mobil tidak setuju pada hampir setiap titik dari kemampuan mobil dan waktu yang dibutuhkan untuk menempatkannya ke pasar ketika mereka harus berkolaborasi.

Seorang yang hadir dipertemuan itu mengatakan kalau seolah-olah keduanya "berbicara dengan bahasa yang berbeda." GM, Mercedes dan Volvo sendiri diketahui telah mengembangkan teknologi ini sejak bertahun-tahun lalu. Langkah ketiganya diikuti oleh hampir semua raksasa mobil yang ada di dunia.

"Perusahaan-perusahaan otomotif memperhatikan Google teliti dan mencoba memahami apa niat dan ambisinya," kata satu orang akrab dengan industri otomotif seperti dikutip Reuters.

"Produsen mobil tidak yakin jika Google adalah teman mereka atau musuh mereka, tetapi mereka memiliki kecurigaan bahwa apa pun yang Google akan lakukan akan menyebabkan pergolakan dalam industri," tambahnya.

Google sendiri diperkirakan telah menginvestasikan puluhan juta dolar dalam upayanya mewujudkan hal tersebut. Nah, penelitian yang massif terkait teknologi ini menurut banyak pihak akan merusak sistem keuangan di pabrikan-pabrikan mobil bila mereka mengikutinya.

Kepala pengembangan produk global General Motors Mark Reuss baru-baru ini bahkan mengatakan Google bisa menjadi ancaman persaingan yang sangat serius.

direktur self-driving car Google Chris Urmson mengatakan kalau teknologi autopilot pada mobil nantinya akan menguntungkan perusahaan mobil dan konsumen dengan cara memperluas jumlah pengguna mobil dengan teknologi tersebut.

"Saya yakin bahwa ketika ada teknologi yang masuk akal, dan ketika ada model bisnis yang masuk akal, akan ada bunga dan kemitraan," lugasnya.

Terlebih, dengan teknologi autopilot para pengendara akan sangat dimanjakan. Selain itu, tingkat kecelakaan diprediksi akan berkurang karena saat ini kecelakaan banyak disebabkan karena kesalahan manusia.

(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com