Jumat, 20 Jun 2014 19:03 WIB

Tantangan Toyota Menumbuhkan Industri Komponen Kecil dan Menengah

- detikOto
Jakarta - Toyota membidik Indonesia menjadi basis industri komponen. Jadi tidak sekedar merakit kendaraan di Indonesia dan ekspor kendaraan. Indonesia akan dijadikan Toyota sebagai suplaier industri otomotif global.

Untuk menggolkan rencana itu, Toyota akan merangkul industri otomotif kecil dan menengah asal Indonesia. Dan tidak menutup kemungkinan merangkul perusahaan asal Jepang yang berkerja sama dengan industri komponen asal Indonesia.

Namun, untuk mencapai tahap itu bukan tanpa ada halangan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan cukup banyak rintangan menumbuhkan industri kecil dan menengah di Indonesia.

"Ini dalam tahapan saat ini, cuma untuk menumbuhkan industri kecil ini dan menengah ini tidak mudah, kendala banyak sekali. Mulai dari kualitas perusahaan itu sendiri, kemudian belum adanya sistem pemeringkatan di Indonesia. Perusahaan bagus, tidak bagus. Yang di peringkat itu adanya yang masuk bursa. Nah ini juga menyulitkan investor untuk cari mitra," kata Executive General Manager HRD Corporate & External Affairs Division TMMIN Bob Azam.

Menurutnya tantangan untuk terus menumbuhkan industri komponen itu tidak mudah karena menuntut standar kualitas, dan kondisi perusahaan itu sendiri.

"Kemudian juga beberapa kendala ya harga tanah juga yang melambung tinggi itu juga tidak memungkin bagi industri kecil ini maju," ucapnya.

Toyota sendiri sudah memberikan sinyal pada pemerintah untuk menjaga lahan tanah agar tidak dikelola swasta. Sebab begitu masuk ke tangan swasta, harga tanah melonjak tinggi.

"Kita sudah peringatkan pemerintah tolong harga tanah itu dikendalikan karena di Indonesia 80 persen dikuasai swasta, 20 persen negara. Kalau di Thailand 80 persen dikuasai negara. Jadi mereka bisa ngatur. Di Indonesia tidak bisa diatur sehinga harga tanah kita jauh lebih tinggi dan cost jadi lebih tinggi, karena harus beli tanah mahal," ucap Bob.

"Industri kecil itu kendalanya di cash flow. Kalau pemerintah serius ya untuk pengembangan industri kecil ini harus diperhatiin," tutupnya.



(ikh/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com