Jumat, 20 Jun 2014 11:14 WIB

Toyota: Pasar Otomotif Turun, Saatnya Geber Ekspor Komponen

- detikOto
Jakarta - Bagi Toyota, untuk menjaga bisnis otomotifnya terus berjalan tidak melulu harus berjualan mobil di pasar domestik Indonesia. Toyota Indonesia masih punya peluang dengan ekspor komponen dan spare part ke luar negeri.

Hal itu ditegaskan Executive General Manager HRD Corporate & External Affairs Division TMMIN Bob Azam ketika ditemui detikOto.

"Biasanya berdasarkan pengalaman kita yang lalu, biasanya kalau domestik market lagi turun, itu komponennya naik. Karena begitu orang berhenti beli mobil atau menunda beli mobil, produksi komponen terus. Justru ini kesempatan bagi kita untuk balance (ekspor)," kata Bob.

Oleh karena itu, dijelaskankan Bob secara bertahap TMMIN akan meningkatkan volume ekspor mobil dan komponen agar tidak roda bisnisnya terus berjalan.

"Ekspor komponen dan mobil terus akan kita tingkatkan," imbuh Bob.

TMMIN memulai ekspor komponen perdana pada tahun 1988 dan terus meningkat secara signifikan sejak dimulainya proyek IMV (International Innovative Multi-purpose Vehicle) pada tahum 2004.

Selama ini ekspor CKD (Complete Knock Down) atau terurai komponen kendaraan seperti mesin utuh, komponen mesin, dan alat bantu produksi seperti die (alat pencetak yang digunakan pada proses pengepresan) serta jig (alat bantu dalam proses pengelasan).

Sehingga total Toyota telah membukukan volume ekspor kendaraan terurai atau CKD (Complete Knock Down) sebesar lebih dari 700.000 unit, komponen kendaraan sebanyak lebih dari 477 juta buah, mesin utuh sebanyak lebih dari 1 juta unit, lebih dari 8 juta unit komponen mesin, 215 unit die serta 603 unit jig.



(ikh/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com