Ini Alasan Nissan Hilangkan Kesan Boxy di X-Trail

Laporan dari Jepang

Ini Alasan Nissan Hilangkan Kesan Boxy di X-Trail

- detikOto
Selasa, 17 Jun 2014 09:26 WIB
Ini Alasan Nissan Hilangkan Kesan Boxy di X-Trail
Fukuoka - Salah satu ciri khas Nissan X-Trail yang selalu diingat oleh para pecintanya adalah kesan boxy dari desainnya. Namun, untuk generasi terbarunya, kesan itu sudah tidak ada lagi. X-Trail kini tampil lebih stylish. Hmm, ada apa dengan Nissan?

Bila melihat tampang All New Nissan X-Trail untuk pertama kali, orang mungkin tidak akan menyangka kalau itu adalah benar-benar X-Trail. Bukan apa-apa, desainnya sudah banyak berubah.

Ciri khas desain baru X-Trail yang memiliki banyak sudut serta kesan kotak, kini sudah tidak ada lagi. Garis desainnya lebih luwes dan dinamis seperti kebanyakan SUV (Sport Utility Vehicle) urban lainnya.

Namun, Manager Product Planning Department Product Strategy Nissan Motor Co. Ltd. Kimihiro Kusayanagi punya alasan tersendiri untuk hal itu. Dia mengakui kalau desain boxy banyak disukai oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Tapi banyak negara pula yang ingin merasakan perubahan desain pada model kesayangannya tersebut.

Terlebih, desakan itu datang dari konsumen di banyak pasar di seluruh dunia termasuk konsumen di terbesar X-Trail seperti China, Eropa dan Amerika Serikat.

"X-Trail ini sudah dipasarkan di 190 negara. Jadi kami harus bisa mengakomodasi keinginan dan kebutuhan banyak negara. Kita bicara konsumen dan bisnis. Banyak konsumen yang ingin perubahan desain pada X-Trail dan kami rasa, inilah jawabannya," lugas Kimihiro.

Terlebih, selain menyajikan desain yang lebih up to date, mobil ini juga mempersembahkan tingkat efisiensi yang lebih baik di banding generasi terdahulu. Dia menjelaskan, pada versi mesin 2.0 liter konsumsi BBM-nya bisa mencapai 16,4 km/liter.

"Ada pula banyak teknologi dan fitur-fitur terdepan yang kami aplikasikan di model ini," ujarnya seperti dilaporkan reporter detikOto Syubhan Akib dari Fukuoka, Jepang.

X-Trail memiliki mesin berkapasitas 1.997 cc yang mampu menghasilkan 147 tenaga kuda, dengan konsumsi bensinnya diklaim 16 km per liter. Ada pula mesin 2.5 liter di Jepang serta mesin diesel 1.5 liter di Eropa.

Dua mesin yang pertama disebutkan itu kemungkinan akan masuk di Indonesia paling lambat di Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan digelar pada bulan September.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads