Begini Rasanya Berada di Balik Kemudi Truk Isuzu Giga

Laporan dari Jepang

Begini Rasanya Berada di Balik Kemudi Truk Isuzu Giga

- detikOto
Selasa, 10 Jun 2014 10:59 WIB
Begini Rasanya Berada di Balik Kemudi Truk Isuzu Giga
aditya - detikOto
Hokkaido - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengajak 5 awak media otomotif nasional termasuk detikOto untuk berkunjung ke markas besarnya yang berada di Jepang. Selain awak media, Isuzu juga mengajak puluhan konsumen asal Indonesia.

Banyak kegiatan menarik selama di Jepang, termasuk kegiatan test drive truk Isuzu yang dilakukan di Wacom, Hokkaido. Disana para konsumen Isuzu asal Indonesia diberikan kesempatan untuk menguji langsung truk Isuzu Giga yang belum diluncurkan di Indonesia.

Tak hanya konsumen, awak media yang ingin mencobanya juga diberikan kesempatan oleh pihak Isuzu. Tak ingin melewatkan pengalaman menarik itu, reporter detikOto, Aditya Maulana pun langsung mencoba truk Giga di trek yang sudah disediakan Isuzu.

Nah, mau tahu bagaimana rasanya di balik kemudi truk besar Isuzu Giga? Simak ulasannya di bawah ini!

aditya - detikOto

1. Tampilan

aditya - detikOto
Secara tampilan eksterior, truk Heavy Duty Isuzu Giga memiliki desain yang modern. Hal itu terlihat pada bagian depan atau muka dari truk tersebut.

Lihat saja desain lampu, bemper dan grill depannya yang dibuat cukup modern jika dibandingkan dengan truk asal pabrikan mobil Jepang lainnya. Yang menambah kesan kokoh dan elegan adalah penggunaan 'topi' diatas kabin atau muka.

Bagasinya juga terpampang cukup luas karena panjang dan lebar sehingga bisa digunakan untuk mengangkut barang lebih banyak.

Untuk menopang bobotnya, truk ini juga dilengkapi dengan 10 ban. 2 ban didepan, dan 8 ban yang ditempatkan dan disangga oleh sasis yang cukup kuat sehingga mampu bekerja dengan maksimal di setiap medan jalanan.

1. Tampilan

aditya - detikOto
Secara tampilan eksterior, truk Heavy Duty Isuzu Giga memiliki desain yang modern. Hal itu terlihat pada bagian depan atau muka dari truk tersebut.

Lihat saja desain lampu, bemper dan grill depannya yang dibuat cukup modern jika dibandingkan dengan truk asal pabrikan mobil Jepang lainnya. Yang menambah kesan kokoh dan elegan adalah penggunaan 'topi' diatas kabin atau muka.

Bagasinya juga terpampang cukup luas karena panjang dan lebar sehingga bisa digunakan untuk mengangkut barang lebih banyak.

Untuk menopang bobotnya, truk ini juga dilengkapi dengan 10 ban. 2 ban didepan, dan 8 ban yang ditempatkan dan disangga oleh sasis yang cukup kuat sehingga mampu bekerja dengan maksimal di setiap medan jalanan.

2. Interior

aditya - detikOto
Masuk kedalam kabin, Interior dari Isuzu Giga ini terasa cukup lapang. Dimana ruang dibelakang jok pengemudi dan penumpangnya cukup luas sehingga bisa digunakan untuk menyimpan barang seperti tas atau yang lainnya.

Fitur hiburannya memang cukup minimalis seperti tersedia audio tipe single din dan beberapa tombol-tombol lainnya untuk mengoperasikan fitur-fitur yang lainnya.

Pandangan pengemudi atau bicara soal visibilitas cukup oke, karena kaca depannya sangat besar sehingga pengemudi dapat dengan mudah melihat kedepan saat menyetir.

2. Interior

aditya - detikOto
Masuk kedalam kabin, Interior dari Isuzu Giga ini terasa cukup lapang. Dimana ruang dibelakang jok pengemudi dan penumpangnya cukup luas sehingga bisa digunakan untuk menyimpan barang seperti tas atau yang lainnya.

Fitur hiburannya memang cukup minimalis seperti tersedia audio tipe single din dan beberapa tombol-tombol lainnya untuk mengoperasikan fitur-fitur yang lainnya.

Pandangan pengemudi atau bicara soal visibilitas cukup oke, karena kaca depannya sangat besar sehingga pengemudi dapat dengan mudah melihat kedepan saat menyetir.

3. Sensasi berkendara

aditya - detikOto
Ini dia yang ditunggu-tunggu selama ini, mencoba berkendara truk besar. Meski tidak di jalanan umum, tapi detikOto cukup beruntung karena bisa merasakan dibalik kemudi truk Isuzu Giga di jalur pengujian atau semacam sirkuit yang sering digunakan oleh pabrikan mobil menguji kendaraan barunya sebelum diproduksi masal.

Meski sempat lama menunggu karena konsumen yang diberikan kesempatan terlebih dulu untuk mengujinya. Diakhir-akhir acara, pihak Isuzu baru mempersilahkan awak media untuk menguji truknya. Hanya detikOto dan 1 awak media otomotif lain yang menguji truk Isuzu Giga ini.

DetikOto diberikesempatan untuk merasakan sensasi mengendarai Isuzu Giga 6x2 Air Suspension CYL77A-VX-D 23A-E. Menariknya, truk ini bertransmisi otomatis atau tidak seperti truk-truk lainnya yang ada di Indonesia.

Ketika nama detikOto dipanggil, kaki pun mulai melangkan dari tempat duduk ke tempat parkir truk. Perlu usaha untuk bisaΒ  naik ke truk itu. Tangan Anda harus memegang pegangan yang tersedia di daun pintu kemudian menginjak badan truk.

Setelah duduk dan mencari posisi duduk yang nyaman serta menggunakan seatbelt, mesin mulai dinyalakan. Brumm, suara mesin dieselnya terdengar cukup halus.

Insutruktur asal Jepang yang menemani detikOto selama berkendara mengatakan, ini adalah truk bertransmisi otomatis, pengoperasiannya sama seperti mobil pada umumnya, tapi ada beberapa yang beda.

"Untuk memasukan gigi maju Anda cukup menggeser tuas perseneling dari tengah ke kanan lalu, rem tangannya turunkan dan kemudian injak pedal gas secara perlahan," ujar instruktur tersebut.

Awalnya truk itu boleh dikemudikan dengan kecepatan 60 mkm/jam. Setelah berjalan kurang lebih 200 meter dari garis start, instruktur menginstruksikan agar pedal gas terus diinjak, saat itu detikOto bisa mencapai 120 km/jam.

Tak lama berjalan dengan kecepatan 120 km/jam, detikOto menemukan jalan yang sudut kemiringannya hingga 42 derajat. "Injak lagi pedal gasnya," ujar instruktur itu.

Setelah 120 km/jam, saat melewati tikungan dengan sudut kemiringan 42 derajat, detikOto menembus 140 km/jam dan rasanya benar-benar menantang karena dengan kecepatan yang cukup tinggi, truk itu berjalan di kemiringan 42 derajat. Rasanya luar biasa karena takut truk itu terguling.

Tapi setelah 2 lap melakukan itu, truk aman-aman saja karena semuanya sudah diperhitungkan dengan matang oleh Isuzu. Tempat itu juga memang sering digunakan untuk menguji kendaraan-kendaraan lain dari pabrikan mobil lain.

Lalu bagaimana dengan transmisi otomatisnya? Anggapan truk matik itu boyo ternyata tidak, buktinya detikOto merasakan tenaga yang luar biasa di truk tersebut. Apalagi saat berjalan dikemiringan 42 derajat dan saat jalan biasa truk itu masih bisa diajak berakselerasi.

Jumlah gigi otomatisnya ada 12, ketika detikOto memperhatikan perpindahan giginya, mulanya berjalan 1 tahap, tapi setelah melewati gigi 4, perpindahan giginya berjalan 2 tahap. Misalnya setelah dari gigi 4 langsung ke 6 begitu juga seterusnya hingga ke 12.

3. Sensasi berkendara

aditya - detikOto
Ini dia yang ditunggu-tunggu selama ini, mencoba berkendara truk besar. Meski tidak di jalanan umum, tapi detikOto cukup beruntung karena bisa merasakan dibalik kemudi truk Isuzu Giga di jalur pengujian atau semacam sirkuit yang sering digunakan oleh pabrikan mobil menguji kendaraan barunya sebelum diproduksi masal.

Meski sempat lama menunggu karena konsumen yang diberikan kesempatan terlebih dulu untuk mengujinya. Diakhir-akhir acara, pihak Isuzu baru mempersilahkan awak media untuk menguji truknya. Hanya detikOto dan 1 awak media otomotif lain yang menguji truk Isuzu Giga ini.

DetikOto diberikesempatan untuk merasakan sensasi mengendarai Isuzu Giga 6x2 Air Suspension CYL77A-VX-D 23A-E. Menariknya, truk ini bertransmisi otomatis atau tidak seperti truk-truk lainnya yang ada di Indonesia.

Ketika nama detikOto dipanggil, kaki pun mulai melangkan dari tempat duduk ke tempat parkir truk. Perlu usaha untuk bisaΒ  naik ke truk itu. Tangan Anda harus memegang pegangan yang tersedia di daun pintu kemudian menginjak badan truk.

Setelah duduk dan mencari posisi duduk yang nyaman serta menggunakan seatbelt, mesin mulai dinyalakan. Brumm, suara mesin dieselnya terdengar cukup halus.

Insutruktur asal Jepang yang menemani detikOto selama berkendara mengatakan, ini adalah truk bertransmisi otomatis, pengoperasiannya sama seperti mobil pada umumnya, tapi ada beberapa yang beda.

"Untuk memasukan gigi maju Anda cukup menggeser tuas perseneling dari tengah ke kanan lalu, rem tangannya turunkan dan kemudian injak pedal gas secara perlahan," ujar instruktur tersebut.

Awalnya truk itu boleh dikemudikan dengan kecepatan 60 mkm/jam. Setelah berjalan kurang lebih 200 meter dari garis start, instruktur menginstruksikan agar pedal gas terus diinjak, saat itu detikOto bisa mencapai 120 km/jam.

Tak lama berjalan dengan kecepatan 120 km/jam, detikOto menemukan jalan yang sudut kemiringannya hingga 42 derajat. "Injak lagi pedal gasnya," ujar instruktur itu.

Setelah 120 km/jam, saat melewati tikungan dengan sudut kemiringan 42 derajat, detikOto menembus 140 km/jam dan rasanya benar-benar menantang karena dengan kecepatan yang cukup tinggi, truk itu berjalan di kemiringan 42 derajat. Rasanya luar biasa karena takut truk itu terguling.

Tapi setelah 2 lap melakukan itu, truk aman-aman saja karena semuanya sudah diperhitungkan dengan matang oleh Isuzu. Tempat itu juga memang sering digunakan untuk menguji kendaraan-kendaraan lain dari pabrikan mobil lain.

Lalu bagaimana dengan transmisi otomatisnya? Anggapan truk matik itu boyo ternyata tidak, buktinya detikOto merasakan tenaga yang luar biasa di truk tersebut. Apalagi saat berjalan dikemiringan 42 derajat dan saat jalan biasa truk itu masih bisa diajak berakselerasi.

Jumlah gigi otomatisnya ada 12, ketika detikOto memperhatikan perpindahan giginya, mulanya berjalan 1 tahap, tapi setelah melewati gigi 4, perpindahan giginya berjalan 2 tahap. Misalnya setelah dari gigi 4 langsung ke 6 begitu juga seterusnya hingga ke 12.

4. Kesimpulan

aditya - detikOto
- Poin Plus

1. Desain yang modern
2. Tenaga yang mumpuni
3. Kabin luas
4. Dilengkapi teknologi modern

- Poin Minus

1. Pengaturan jok penumpang dan pengemudinya masih kurang maksimal
2. Isuzu belum berani masukkan ke pasar otomotif Indonesia

4. Kesimpulan

aditya - detikOto
- Poin Plus

1. Desain yang modern
2. Tenaga yang mumpuni
3. Kabin luas
4. Dilengkapi teknologi modern

- Poin Minus

1. Pengaturan jok penumpang dan pengemudinya masih kurang maksimal
2. Isuzu belum berani masukkan ke pasar otomotif Indonesia
Halaman 2 dari 10
(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads