Sales President Product Planning, After Sales, Dealer, Development and Customer Statisfaction PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Teddy Irawan, membeberkan, prosesnya sangat lama apalagi ketika meminta dibuatkan model yang berbeda dengan yang lain disegmen LCGC.
"Proses dari awal hingga selesai sangat alot sekali. Kita sempat dimarahin sama Jepang pas saya bilang maunya seperti yang sekarang ini," kata Teddy di sela-sela media test drive Datsun GO+ Panca di Cirebon.
Foto: Mengintip Pabrik Datsun
Menurut Teddy, awalnya prinsipal di Jepang tidak percaya produk LCGC Datsun akan berbeda, karena pengembangannya benar-benar dilakukan dari nol, bukan dari mobil yang sudah ada diganti-ganti.
"Saya ajak survei orang prinsipal di Indonesia, mereka agar tahu bagaimana selera masyarakat di Indonesia seperti apa. Setelah melihat, mereka percaya dan mulai mengembangkan Datsun GO+ Panca ini," bebernya.
Foto: MPV Murah Datsun GO+ Panca Meluncur
Lanjut Teddy, pertama kali Nissan meminta kepada pihak prinsipal itu pada tahun 2010 lalu, ketika saat itu program LCGC masih menjadi wacana pemerintah.
"Disitu kita mulai bergerak meski peraturannya belum jelas. Anda tahu sendiri pemerintah bagaimana dalam membuat peraturan," cetusnya.
Lalu setelah mulai dikembangkan, prosesnya juga masih tetap alot (panjang) karena semuanya benar-benar harus disesuaikan dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah diprogram LCGC.
"Dari konsep ke tahap selanjutnya saja itu benar-benar panjang. Tapi setelah dirombak sini-situ akhirnya jadi juga mobil ini," tuntas pria ramah ini.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih