Toyota Indonesia Genjot Ekspor Mobil

Toyota Indonesia Genjot Ekspor Mobil

- detikOto
Selasa, 06 Mei 2014 19:30 WIB
Toyota Indonesia Genjot Ekspor Mobil
Jakarta - Tidak hanya memenuhi kebutuhan kendaraan di domestik, produsen nomor satu dunia Toyota di Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kendaraan ekspor, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengendara internasional.

Seperti yang disampaikan General Manager Ekspor dan Impor Division Teguh Trihono PT TMMIN, di terminal mobil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (6/5/2014).

"Ada 3 hal utama yang menjadi kunci utama bagi Toyota untuk dapat terus meningkatkan kinerja ekspor, yaitu penambahan kapasitas produksi, produk yang kompetitif dan pengirimanan tepat waktu," ujar Teguh.

Nah langkah apa saja yang diambil Toyota untuk memperkuat ekspor? Yuk kita kupas satu persatu.

1. Penambahan Kapasitas

Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan domestik dan internasional, Toyota menanamkan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Diantaranya menambah kapasitas produksi pabrik Karawang I dari 110.000 unit per tahun menjadi 130.000 unit per tahun mulai pertengahan tahun 2013.

Selain itu, Toyota juga telah merealisasikan investasi pembangunan pabrik Karawang II yang telah beroperasi di awal tahun 2013 dengan kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun. Dimana pabrik ini yang dipercaya untuk bisa memproduksi sedan Vios yang menjadi andalan baru model ekspor Toyota diproduksi.

Selanjutnya di awal tahun 2014 Toyota juga telah memulai pembangunan pabrik mesin Karawang yang akan mulai beroperasi di tahun 2016 dengan kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun. Pabrik mesin ini memiliki orientasi pada pasar ekspor. Direncanakan lebih dari 50% hasil produksi mesin di pabrik tersebut akan dialokasikan bagi pemenuhan pasar ekspor.

1. Penambahan Kapasitas

Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan domestik dan internasional, Toyota menanamkan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Diantaranya menambah kapasitas produksi pabrik Karawang I dari 110.000 unit per tahun menjadi 130.000 unit per tahun mulai pertengahan tahun 2013.

Selain itu, Toyota juga telah merealisasikan investasi pembangunan pabrik Karawang II yang telah beroperasi di awal tahun 2013 dengan kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun. Dimana pabrik ini yang dipercaya untuk bisa memproduksi sedan Vios yang menjadi andalan baru model ekspor Toyota diproduksi.

Selanjutnya di awal tahun 2014 Toyota juga telah memulai pembangunan pabrik mesin Karawang yang akan mulai beroperasi di tahun 2016 dengan kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun. Pabrik mesin ini memiliki orientasi pada pasar ekspor. Direncanakan lebih dari 50% hasil produksi mesin di pabrik tersebut akan dialokasikan bagi pemenuhan pasar ekspor.

2. Produk kompetitif

Setelah mempersiapkan untuk bisa memproduksi kendaraan, Toyota bertekad untuk memberikan produk yang kompetitif berstandar kualitas global dan memiliki tingkat kandungan lokal yang tinggi.

Peningkatan signifikan jumlah negara tujuan ekspor Toyota sejak tahun 2004 atau sejak dimulainya proyek IMV menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kendaraan buatan putra-putri bangsa Indonesia diminati dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar global.

Produk-produk andalan ekspor Toyota seperti Kijang Innova dan Fortuner juga telah menyabet berbagai penghargaan dari institusi dalam maupun luar negeri, melengkapi kepercayaan diri Toyota sebagai produsen dengan kualitas kendaraan yang prima.

Sehingga tingginya tingkat lokalisasi mengurangi ketergantungan Toyota terhadap pemasok asing serta menjaga harga kendaraan dari dampak fluktuasi nilai tukar mata uang.

Karena sebagai basis produksi dan ekspor, peningkatan kandungan lokal menjadi salah satu keharusan bagi Toyota untuk menjaga daya saing produk-produk ekspornya. Dimana Kijang Innova memiliki kandungan lokal sebesar 80%, Fortuner 60%, Vios dan Yaris 60%. Toyota terus berupaya untuk terus meningkatkanΒ  rasio kandungan lokal kendaraan hingga mencapai 90% di masa mendatang.

2. Produk kompetitif

Setelah mempersiapkan untuk bisa memproduksi kendaraan, Toyota bertekad untuk memberikan produk yang kompetitif berstandar kualitas global dan memiliki tingkat kandungan lokal yang tinggi.

Peningkatan signifikan jumlah negara tujuan ekspor Toyota sejak tahun 2004 atau sejak dimulainya proyek IMV menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kendaraan buatan putra-putri bangsa Indonesia diminati dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar global.

Produk-produk andalan ekspor Toyota seperti Kijang Innova dan Fortuner juga telah menyabet berbagai penghargaan dari institusi dalam maupun luar negeri, melengkapi kepercayaan diri Toyota sebagai produsen dengan kualitas kendaraan yang prima.

Sehingga tingginya tingkat lokalisasi mengurangi ketergantungan Toyota terhadap pemasok asing serta menjaga harga kendaraan dari dampak fluktuasi nilai tukar mata uang.

Karena sebagai basis produksi dan ekspor, peningkatan kandungan lokal menjadi salah satu keharusan bagi Toyota untuk menjaga daya saing produk-produk ekspornya. Dimana Kijang Innova memiliki kandungan lokal sebesar 80%, Fortuner 60%, Vios dan Yaris 60%. Toyota terus berupaya untuk terus meningkatkanΒ  rasio kandungan lokal kendaraan hingga mencapai 90% di masa mendatang.

3. Pengiriman tepat waktu

Terakhir, Toyota juga memfokuskan untukmelakukan pengiriman tepat waktu. Dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan kepuasan pelanggan sehingga selalu menjadi semangat Toyota untuk dapat memberikan pelayanan maksimal.

Toyota langsung bekerjasama dengan pemerintah dalam penyediaan infrastuktur. Salah satu yang telah terwujud adalah perluasan area penyimpanan kendaraan utuh atau CBU stock yard di Tanjung Priok Car Terminal (TPT).

Berkat dukungan pemerintah, area CBU stock yard TPT meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar 73.000 meter persegi di tahun 2008, menjadi lebih dari 130.000 meter persegi di tahun 2013 seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor Toyota. Lahan seluas lebih dari 130.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas tampung maksimal sekitarΒ  8.000 unit kendaraan.

3. Pengiriman tepat waktu

Terakhir, Toyota juga memfokuskan untukmelakukan pengiriman tepat waktu. Dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan kepuasan pelanggan sehingga selalu menjadi semangat Toyota untuk dapat memberikan pelayanan maksimal.

Toyota langsung bekerjasama dengan pemerintah dalam penyediaan infrastuktur. Salah satu yang telah terwujud adalah perluasan area penyimpanan kendaraan utuh atau CBU stock yard di Tanjung Priok Car Terminal (TPT).

Berkat dukungan pemerintah, area CBU stock yard TPT meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar 73.000 meter persegi di tahun 2008, menjadi lebih dari 130.000 meter persegi di tahun 2013 seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor Toyota. Lahan seluas lebih dari 130.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas tampung maksimal sekitarΒ  8.000 unit kendaraan.
Halaman 2 dari 8
(lth/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads