Seperti yang disampaikan General Manager Ekspor dan Impor Division Teguh Trihono PT TMMIN, di terminal mobil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (6/5/2014).
"Ada 3 hal utama yang menjadi kunci utama bagi Toyota untuk dapat terus meningkatkan kinerja ekspor, yaitu penambahan kapasitas produksi, produk yang kompetitif dan pengirimanan tepat waktu," ujar Teguh.
Nah langkah apa saja yang diambil Toyota untuk memperkuat ekspor? Yuk kita kupas satu persatu.
|
|
1. Penambahan Kapasitas
|
|
Selain itu, Toyota juga telah merealisasikan investasi pembangunan pabrik Karawang II yang telah beroperasi di awal tahun 2013 dengan kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun. Dimana pabrik ini yang dipercaya untuk bisa memproduksi sedan Vios yang menjadi andalan baru model ekspor Toyota diproduksi.
Selanjutnya di awal tahun 2014 Toyota juga telah memulai pembangunan pabrik mesin Karawang yang akan mulai beroperasi di tahun 2016 dengan kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun. Pabrik mesin ini memiliki orientasi pada pasar ekspor. Direncanakan lebih dari 50% hasil produksi mesin di pabrik tersebut akan dialokasikan bagi pemenuhan pasar ekspor.
1. Penambahan Kapasitas
|
|
Selain itu, Toyota juga telah merealisasikan investasi pembangunan pabrik Karawang II yang telah beroperasi di awal tahun 2013 dengan kapasitas produksi sebesar 120.000 unit per tahun. Dimana pabrik ini yang dipercaya untuk bisa memproduksi sedan Vios yang menjadi andalan baru model ekspor Toyota diproduksi.
Selanjutnya di awal tahun 2014 Toyota juga telah memulai pembangunan pabrik mesin Karawang yang akan mulai beroperasi di tahun 2016 dengan kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun. Pabrik mesin ini memiliki orientasi pada pasar ekspor. Direncanakan lebih dari 50% hasil produksi mesin di pabrik tersebut akan dialokasikan bagi pemenuhan pasar ekspor.
2. Produk kompetitif
|
|
Peningkatan signifikan jumlah negara tujuan ekspor Toyota sejak tahun 2004 atau sejak dimulainya proyek IMV menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kendaraan buatan putra-putri bangsa Indonesia diminati dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar global.
Produk-produk andalan ekspor Toyota seperti Kijang Innova dan Fortuner juga telah menyabet berbagai penghargaan dari institusi dalam maupun luar negeri, melengkapi kepercayaan diri Toyota sebagai produsen dengan kualitas kendaraan yang prima.
Sehingga tingginya tingkat lokalisasi mengurangi ketergantungan Toyota terhadap pemasok asing serta menjaga harga kendaraan dari dampak fluktuasi nilai tukar mata uang.
Karena sebagai basis produksi dan ekspor, peningkatan kandungan lokal menjadi salah satu keharusan bagi Toyota untuk menjaga daya saing produk-produk ekspornya. Dimana Kijang Innova memiliki kandungan lokal sebesar 80%, Fortuner 60%, Vios dan Yaris 60%. Toyota terus berupaya untuk terus meningkatkanΒ rasio kandungan lokal kendaraan hingga mencapai 90% di masa mendatang.
2. Produk kompetitif
|
|
Peningkatan signifikan jumlah negara tujuan ekspor Toyota sejak tahun 2004 atau sejak dimulainya proyek IMV menjadi salah satu bukti bahwa kualitas kendaraan buatan putra-putri bangsa Indonesia diminati dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar global.
Produk-produk andalan ekspor Toyota seperti Kijang Innova dan Fortuner juga telah menyabet berbagai penghargaan dari institusi dalam maupun luar negeri, melengkapi kepercayaan diri Toyota sebagai produsen dengan kualitas kendaraan yang prima.
Sehingga tingginya tingkat lokalisasi mengurangi ketergantungan Toyota terhadap pemasok asing serta menjaga harga kendaraan dari dampak fluktuasi nilai tukar mata uang.
Karena sebagai basis produksi dan ekspor, peningkatan kandungan lokal menjadi salah satu keharusan bagi Toyota untuk menjaga daya saing produk-produk ekspornya. Dimana Kijang Innova memiliki kandungan lokal sebesar 80%, Fortuner 60%, Vios dan Yaris 60%. Toyota terus berupaya untuk terus meningkatkanΒ rasio kandungan lokal kendaraan hingga mencapai 90% di masa mendatang.
3. Pengiriman tepat waktu
|
|
Toyota langsung bekerjasama dengan pemerintah dalam penyediaan infrastuktur. Salah satu yang telah terwujud adalah perluasan area penyimpanan kendaraan utuh atau CBU stock yard di Tanjung Priok Car Terminal (TPT).
Berkat dukungan pemerintah, area CBU stock yard TPT meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar 73.000 meter persegi di tahun 2008, menjadi lebih dari 130.000 meter persegi di tahun 2013 seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor Toyota. Lahan seluas lebih dari 130.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas tampung maksimal sekitarΒ 8.000 unit kendaraan.
3. Pengiriman tepat waktu
|
|
Toyota langsung bekerjasama dengan pemerintah dalam penyediaan infrastuktur. Salah satu yang telah terwujud adalah perluasan area penyimpanan kendaraan utuh atau CBU stock yard di Tanjung Priok Car Terminal (TPT).
Berkat dukungan pemerintah, area CBU stock yard TPT meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya sekitar 73.000 meter persegi di tahun 2008, menjadi lebih dari 130.000 meter persegi di tahun 2013 seiring dengan peningkatan aktivitas ekspor Toyota. Lahan seluas lebih dari 130.000 meter persegi tersebut memiliki kapasitas tampung maksimal sekitarΒ 8.000 unit kendaraan.
Halaman 2 dari 8












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?