Seperti diberitakan sebelumnya, mobil mungil Honda Brio ditarik di India karena mengalami masalah pada sistem pengereman. Dilansir reuters, Selasa (6/5/2014), dalam peryataan resminya, Honda Cars India Ltd (HCIL) akan melakukan pemeriksaan pada pada 15.623 unit Brio yang diproduksi antara 28 Februari 2013 - 16 Januari 2014.
Honda akan memanggil konsumen dan selanjutnya memeriksa katup proporsi pada Honda Brio dan Honda Amaze. Honda akan mengganti kerusakan jika sistem pengereman mengalami kerusakan.
Sementara Odyssey yang harus ditarik merupakan model tahun 2014. Curtain airbag-nya tidak berfungsi dengan baik sehingga jika terjadi kecelakaan akan membahayakan pengemudi dan penumpangnya.
Sedikitnya ada 24.889 unit Odyssey yang harus ditarik kembali dan diperbaiki. Mobil yang mengalami masalah, lampu peringatan pada Supplemental Restraint System (SRS) akan berkedip tanpa alasan.
Dalam kasus ini, Honda mengaku belum ditemukan adanya insiden. Untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan maka Honda segera memanggil pemilik Odyssey mulai 16 Mei 2014 mendatang.
Honda menjelaskan, coupler listrik pada curtain airbag yang ada di sisi penumpang mengalami korslet, mungkin ada beberapa yang rusak.
Di Indonesia sendiri ada dua Brio yang dijual. Brio Satya dan Brio. Dari segmen LCGC, Honda Brio Satya menjadi penyumbang penjualan tertinggi kedua untuk Honda di bulan April, dengan penjualan sebesar 1.224 unit, meningkat dibanding penjualan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 425 unit.
Angka tersebut menambah total penjualan Honda Brio Satya di tahun 2014 ini menjadi sebanyak 6.007 unit. Sementara itu, New Honda Brio terjual sebanyak 631 unit di bulan April, dengan total penjualan sebesar 4.141 unit di sepanjang 2014.
Tahun lalu keduanya masing-masing terjual sebanyak 4.958 unit dan 12.207 unit.
Sementara Honda Odyssey terjual sebanyak 151 unit di bulan April, dengan total penjualan sebesar 538 unit sepanjang 2014. Tahun lalu ada 159 Odyssey yang terjual di Indonesia.
"Untuk Brio, lain. Itu kan versi India. Sementara yang kita jual itu versi Thailand. Jadi tidak ada masalah," kata Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor.
"Sedangkan Odyssey-nya total beda. Bentuknya saja beda, partnya beda. Jadi di Indonesia juga tidak ada masalah," lugasnya.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda