Muhammad Nur Yuniarto, dosen pembimbing pengembangan Molina ITS mengaku sangat puas dengan performa kedua mobil karena selama perjalanan sekitar 800 Km tidak mengalami masalah.
Ia mencontohkan, saat melintas di Jawa Tengah rombongan sempat diguyur hujan. Namun, mobil tetap melaju dan tidak mengalami kendala.
"Bahkan kendala yang awalnya kita prediksi menjadi kendala terberat yakni charging. Yang awalnya kalau ada hambatan bisa 10 jam, alhamdulillah bisa kita lalui dengan mengecas 3-4 jam sudah penuh," imbuhnya.
Sedangkan tenaga listrik yang dibutuhkan, Nur mengaku untuk Ezzy 2 (menggunakan gearbox) hanya butuh 5,5 Kwh/kilometer. "Untuk yang Ezzy 1 kita masih belum hitung berapa rata rata keperluan daya listriknya," ungkapnya.
Rombongan Tour de Java Molina yang disambut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Rektor ITS, Prof DR Tri Yogi Yuwono di Monumen Tugu Pahlawan mendapat sambutan meriah.
Rombongan yang terdiri dari dua mobil listrik (Ezzy 1 dan Ezzy 2), Lowo Ireng dan mobil surya ini tiba di Kota Surabaya sekitar pukul 14.15 WIB.
(ze/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan