Direktur Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia Hartanto Sukmono menjelaskan kalau sebenarnya KIA sendiri sudah mengembangkan berbagai teknologi terkini.
"Kami sebenarnya punya. Secara global hybrid sudah kami pasarkan. Tapi untuk sebuah negara kan banyak yang harus dipertimbangkan ketika memasukkan sebuah produk," ujarnya.
Alasan-alasan itu menurut Hartanto merupakan alasan-alasan dasar. Salah satu contohnya adalah mengenai harga.
Bila masuk Indonesia harga mobil hybrid dan listrik bisa cukup tinggi. Ini menurut Hartanto akan menjadi persoalan karena akan membuat daya kompetitif mobil-mobil ramah lingkungan menjadi kalah dengan mobil konvensional yang pada akhirnya akan membuat konsumen berpikir untuk membelinya.
Di sisi lain, fasilitas penunjang teknologi seperti tempat pengisian listrik umum juga belum tersedia di Indonesia. Sebagai tambahan lagi, Kementerian Perindustrian memprediksi tahun 2025, Indonesia baru bisa memproduksi mobil listrik.
"Karena itu, untuk teknologi high tech Indonesia sepertinya masih lama," cetusnya.
Namun, komintmen KIA di Indonesia menurut Hartanto masih sangat tinggi. Salah satu buktinya adalah dengan rencana perluasan jaringan.
Bila saat ini outlet KIA di seluruh Indonesia hanya berjumlah 56, di akhir tahun nanti angka itu akan bertambah menjadi 59 dengan penambahan 3 outlet di Pontianak, Kendari dan Tangerang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'