"Peningkatan penjualan ini merupakan raihan positif bagi kami dalam mengakhiri triwulan pertama tahun 2014. Raihan ini tentunya akan semakin menambah motivasi kami untuk meningkatkan kinerja dan layanan Suzuki. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pengguna setia Suzuki atas kepercayaannya terhadap produk-produk Suzuki sehingga kami dapat meraih peningkatan penjualan," ujar Davy J. Tuilan selaku 4W Sales, Marketing and DND Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam siaran pers Sabtu 12/4/2014).
Carry, kendaraan niaga andalan Suzuki, menjadi penyumbang penjualan terbesar pada bulan Maret 2014 dengan catatan penjualan (secara whole sales) sebanyak 4.609 unit.
Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 33% pada penjualan Suzuki. Dengan pencapaian tersebut, penjualan Carry naik sebanyak 105% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ertiga, produk Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) memberikan kontribusi penjualan sebesar 25%. Dengan total penjualan (secara whole sales) selama bulan Maret 2014 sebesar 3.475 unit. Pencapaian tersebut menyempurnakan penjualan Ertiga yang telah terjual sebanyak 109.461 unit sejak pertama kali diluncurkan pada 22 April 2012 lalu.
Posisi ketiga diduduki oleh APV dengan kontribusi penjualan sebesar 21%. Dengan kontribusi tersebut, APV mencatatkan penjualan secara whole sales sebanyak 3.002 unit pada bulan Maret 2014.
Tambahan pula, APV berhasil membukukan peningkatan penjualan sebesar 82% dibandingkan penjualan pada bulan Maret 2014. Secara total pada Januari-Maret 2014, APV berhasil memberikan kontribusi penjualan sebanyak 9.043 unit, naik 20% dibandingkan periode Januari-Maret 2013.
Pada segmen compact MPV, Karimun Wagon R kembali memberikan kontribusi positif pada penjualan Suzuki.
Selama bulan Maret 2014, Karimun Wagon R telah terjual (secara whole sales) sebanyak 2.037 unit dan meyumbang 15% kontribusi penjualan Suzuki.
Sedangkan All New Swift menorehkan penjualan sebanyak 505 unit pada bulan Maret 2014.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu