Subaru berdasarkan data Gaikindo di tahun 2013, hanya berhasil menjual mobil sebanyak 1.210 unit. Angka ini memang meningkat drastis dibanding tahun 2012 yang hanya 321 unit.
"Iya memang benar tahun lalu kami tidak bisa mencapai target kami di Indonesia. Hal ini disebabkan tidak sesuai perhitungan kami," ujar Direktur Eksekutif Tan Chong International distributor Subaru wilayah ASIA Tenggara, Glenn Tan seperti dilaporkan reporter detikOto, M Luthfi Andika dari Manila, Filipina.
"Karena tahun lalu rupiah terus melemah, dan ini berjalan cukup lama. Oleh sebab itu kami tidak bisa mencapai target kami," tambahnya.
Namun dirinya tetap berkeyakinan negara-negara ASEAN akan mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan, dan membuat peluang Subaru di Indonesia semakin terbuka lebar.
"Pasar ASEAN akan memiliki pertumbuhan yang baik, karena kami melihat akan banyak perpindahan segmen yang sebelumnya mengendarai 2WD akan ke AWD, akan ke sport car. Pasar akan terus tumbuh, ada mobil kecil (mesin berkapasitas kecil) dan mobil besar (mesin berkapsitas besar)," ucap Glenn Tan.
"Dan SUV juga akan semakin besar, menjadi prospek yang baik juga untuk kami dan ini peluang untuk kita,"tutupnya.
"Saya pikir di Juli 2014 (setelah pemilu) penjualan akan membaik semuanya dan rupiah juga akan menguat. Saya rasa semuanya (pabrikan otomotif di tanah air) juga menunggu dan melihat hasil pemilu terlebih dahulu sebelum mengambil langkah baru," tambahnya.
Tahun 2013 lalu, berkat mobil-mobil seperti Subaru Forester dan XV benar-benar membuat Subaru melambung.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya