Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan, tidak mudah bagi BPH Migas untuk melarang mobil mewah pakai BBM subsidi.
"Nggak mudah itu, mobil mewah itu yang punya orang kaya, dan biasanya orang kaya itu susah diatur, beda kalau golongan di bawahnya," ucap Eri dihubungi detikOto Jumat (4/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPH Migas pada saat itu tidak bisa apa-apa juga, diam saja," katanya.
Idealnya menurutnya, harga BBM subsidi dinaikkan bertahap, sehingga efek dari kenaikkan tersebut tidak terlalu memberatkan masyarakat, tetapi sedikit banyak dapat mengurangi beban keuangan negara (APBN).
"Ya kita patut sadar juga, kita sekarang lebih banyak impor BBM dari pada produksi minyak sendiri, nggak masalah BBM murah asal produksi minyak kita banyak, ini kan kebalik memang, harga BBM nya murah tapi impor, impor pakai dolar, makin tertekan lah neraca perdagangan kita," tutup Eri.
(rrd/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih