Kelebihan dan Kekurangan Bengkel Resmi dan Bengkel Umum

Bengkel Resmi Vs Bengkel Umum

Kelebihan dan Kekurangan Bengkel Resmi dan Bengkel Umum

Muhammad Ikhsan - detikOto
Kamis, 03 Apr 2014 10:02 WIB
Kelebihan dan Kekurangan Bengkel Resmi dan Bengkel Umum
Ilustrasi
Jakarta - Otolovers, saat ini tersedia bengkel resmi dan tidak resmi yang memiliki fasilitas berbeda. Namun bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi seharusnya tahu mana bengkel yang yang harus dipilih.

Sebab, tidak selamanya kedua bengkel ini memuaskan, ada kelebihan dan ada juga kekurangannya.

Menurut montir bengkel Shark, Parto ada beberapa hal yang dimiliki bengkel umum tapi tidak dimiliki bengkel resmi, begitu juga sebaliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua jenis bengkel ini ada kelebihan dan kekurangan. Semau kita serahkan ke konsumen. Mereka yang menentukan," tegas Parto.

Nah, ingin tahu lebih jelas kelebihan dan kekurangan kedua bengkel ini. Yuk kita bandingkan.

1. Harga

Ilustrasi
Harga atau tarif bengkel resmi biasanya lebih tinggi dari bengkel umum. Untuk sekedar tune up di bengkel umum sekitar Rp 250 ribuan. Bahkan di bengkel umum konsumen bisa tawar-menawar.

Sementara tune up di bengkel resmi di atas Rp 250 ribu, belum termasuk jasa kerja. Kondisi ini yang membuat pemilik mobil lebih merasa pas pergi ke bengkel umum. Berbeda jika mobil yang masih masuk masa garansi. Pemilik mobil pasti memanfaatkan masa garansi.

2. Kenyamanan ruang tunggu

Ilustrasi-diler Abarth
Ruang tunggu bengkel umum memang tidak senyaman ruang tunggu bengkel resmi yang notabenenya dilengkapi AC, televisi, sofa, lantai keramik, edisi majalah terbaru hingga fasilitas WiFi.

Ruang tunggu bengkel umum biasanya seadanya dan kurang nyaman. Bahkan suara mesin mobil bisa masuk sampai ke ruang tunggu. Kondisi ini sangat tidak nyaman.

3. Jam kerja

Ilustrasi
Ada bengkel resmi yang menerapkan kerja target untuk para mekanik dalam 1 hari. Cara ini cukup besar berpotensi masalah, karena mekanik dikejar waktu.

Sedangkan bengkel umum bisa lebih bebas dan tak terikat. Dengan begitu konsumen lebih puas bahkan bisa bertanya-tanya pada mekanik.

4. Interaksi dengan konsumen

Ilustrasi
Komunikasi mekanik dengan konsumen di bengkel resmi sangat terbatas. Ada beberapa bengkel resmi yang melarang konsumen masuk ke area bengkel.

Artinya pelanggan tidak bisa menuangkan unek-uneknya selama mobil diperbaiki. Keluhan lainnya juga kecil kemungkinan tersampaikan pada mekanik.

Sedangkan kondisi ini tidak didapatkan di bengkel umum. Antara mekanik dan konsumen bebas berbincang selama proses perbaikan.

5. Spare part asli dan palsu

Konsumen yang suka ke bengkel umum dengan alasan lebih terjangkau harus mewaspadai peredaran spare part palsu. Jangan cepat percaya pada montir yang mereferensikan onderdil.

Kejadian ini seperti hampir tidak terjadi pada bengkel resmi. Sebab bengkel resmi menjaga nama baik bengkel demi masa depan merek kendaraan.

6. Memilih mekanik

Memilih mekanik menjadi alasan para pemilik mobil di bengkel umum. Tapi memilih mekanik tidak bisa dilakukan di bengkel resmi. Siapapun bisa menangani mobil Anda.

Bulan ini, mobil Anda ditangani oleh si A. Bisa jadi 6 bulan kemudian kendaraan Anda dipegang oleh si B, yang jelas-jelas memiliki kemampuan berbeda-beda.

7. Keahlian mekanik

Bengkel resmi mengklaim memiliki SDM di atas rata-rata mekanik di bengkel umum. Namun balik lagi, masing-masing mekanik memiliki tingkat kemampuan berbeda dalam memperbaiki kendaraan entah itu di mesin, kaki-kaki dan sistem audi.

Karena itu Anda harus tahu benar bengkel resmi atau bengkel umum yang hendak dituju. Cari informasi lewat teman atau saudara terlebih dahulu sebelum memutuskan pergi ke bengkel.
Halaman 2 dari 8
(ikh/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads