GM Menolak Disebut Tidak Responsif

GM Menolak Disebut Tidak Responsif

- detikOto
Rabu, 02 Apr 2014 17:08 WIB
GM Menolak Disebut Tidak Responsif
Jakarta - Bos cantik General Motors Co Mary Barra harus berhadapan dengan DPR Amerika Serikat karena masalah recall jutaan mobil. Meski mengaku menyesal atas kejadian tersebut, Barra menolak disebut lambat merespon masalah ini.

Chief Executive General Motors Co Mary Barra dihadapan panel DPR meminta maaf karena harus ada recall besar-besaran. Terlebih, telah ada 12 kematian akibat cacat yang diderita mobil produksi perusahaannya.

Sejauh ini, GM telah menarik 2,6 juta kendaraan akibat masalah di stop-kontak pada mobil produksi GM yang membuat mesin tiba-tiba mati hingga kantung udara yang tidak berfungsi.

"Saya sangat menyesal," ujar Barra seperti dikutip Reuters.

Namun meski menolak disebut lambat dalam merespon masalah di mobil yang tragisnya sudah diproduksi mulai 1 dekade lalu itu, Barra tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan anggota DPR yang menjadi apa sebenarnya yang salah di sistem di tubuh GM terkait urusan produk.

Barra yang bersaksi selama 3 jam itu mengklaim kalau GM telah mengambil langkah-langkah agar masalah serupa tidak terjadi di masa depan. Dia mengatakan kalau GM sekarang beda dengan GM dahulu, terlebih selepas krisis menghantam perusahaan di 2009 lalu.

Dia menjelaskan kalau masalah ini merupakan warisan dari 'Old GM' ke 'New GM' --sebutan GM setelah lepas dari krisis kebangkrutan--. Barra juga mengumumkan kalau perusahaannya telah menyewa seorang konsultan terkenal, Kenneth Feinberg, untuk memeriksa langkah-langkah apa yang diperlukan GM untuk keluarga korban kecelakaan. Banyak yang berpikir bahwa langkah ini menunjukkan kalau GM tengah menyiapkan dana kompensasi untuk korban.

Barra juga menjelaskan kalau pihaknya juga tengah secara intensif menyelidiki masalah ini dan kenapa hal ini tidak terdeteksi lebih awal. Kelambanan ini yang dikecam oleh anggota DPR.

Terlebih data internal sudah menunjukkan kalau GM pertama kali belajar tentang masalah saklar pengapian pada Chevrolet Cobalts, Saturnus Ion dan model lainnya pada tahun 2001, tapi tidak mengambil langkah-langkah untuk recall sampai Februari lalu.

"Karena GM tidak menerapkan perbaikan sederhana ini ketika belajar tentang masalah, setidaknya selusin orang tewas karena cacat kendaraan GM," kata anggota parlemen Henry Waxman.

Untuk itu, Barra dengan tenang mengakui bahwa masalah switch pengapian yang rusak menjadi perhatiannya baru pada tanggal 31 Januari, ketika dia memegang tampuk kekuasaan di GM tahun ini, sebelumnya dia tidak tahu.

(syu/lth)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads