Setelah lebih dari seminggu tidak beroperasi, Toyota siap mengaktifkan kembali pabrik mereka di India meski para pekerja yang mogok masih menolak untuk bekerja. Aktivitas produksi ini akan dilakukan secepatnya.Toyota mengatakan kalau 'produksi terbatas' akan segera mereka lakukan walau karyawan yang tergabung dalam serikat bekerja menolak untuk kembali bekerja untuk mengakhiri 'libur produksi' selama delapan hari.
Seperti diketahui, para pekerja dan manajemen Toyota di dua pabriknya di dekat Bangalore telah berselisih karena masalah gaji. Negosiasi telah dilakukan selama 10 bulan dan belum menunjukkan hasil.
"Kami telah memulai operasi terbatas dengan bantuan anggota tim non-serikat, mayoritas adalah insinyur dan pengawas," kata Toyota dalam sebuah pernyataan di AFP.
Meski begitu, perusahaan ini menolak kabar yang mengatakan kalau 1.000 pekerja kontrak mereka rekrut untuk menggantikan para pekerja pabrik yang tergabung dalam serikat pekerja.
Pabrik di India sendiri cukup penting bagi Toyota karena pabrik ini menghasilkan 310.000 mobil setiap tahunnya, termasuk Toyota Camry, Corolla dan Prius yang sebagian besar dilepas untuk pasar domestik.
Produsen mobil menjelaskan kalau para pekerja bisa kembali asalkan mereka menandatangani perjanjian berbuat baik setelah memberhentikan sekitar 30 karyawan atas tuduhan menghentikan produksi dan membuat ancaman terhadap pengawas.
Di sana, serikat pekerja menuntut kenaikan gaji setidaknya 4.000 rupee (Rp 756 ribu) per bulan, sementara perusahaan menawarkan 3.050 rupee (Rp 576 ribu) karena kondisi pasar mobil yang sulit di dua tahun berturut-turut.
Toyota pun meminta pemerintah negara bagian untuk membantu membujuk serikat pekerja untuk mengakhiri pemogokan sedangkan serikat pekerja meminta kementerian tenaga kerja untuk melindungi kepentingan anggotanya.
Namun hingga hari ini, seperti dilansir BBC, Jumat (28/3/2014) karyawan Toyota masih banyak yang enggan bekerja. Sekitar 4.200 karyawan dari 6.400 karyawan masih mogok bekerja.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta