Di tahun 2012 saja Indonesia telah mengekspor 125.000 unit kendaraan bermotor yang kemudian ditingkatkan menjadi 170.000 unit. Di tahun 2014 ini, angka itu diperkirakan akan kembali naik menjadi 200.000 unit. Itu semua adalah angka ekspor utuh alias CBU.
Sementara ekspor produk kendaraan bermotor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) pada tahun 2012 mencapai 100.000 unit, tahun 2013 sebesar 105.000 unit dan pada tahun 2014 ini diprediksi akan mencapai 110.000 unit.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan kalau mobil-mobil buatan Indonesia kualitasnya tidak kalah dengan produksi Jepang. "Itu karena tenaga kerja kita punya keahlian yang tinggi," jelasnya.
"Saya ingin konsumen-konsumen di luar negeri berkata saya ingin mobil made in Indonesia, saya ingin mobil made in Indonesia," tambah Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami.
Namun, Nonami menegaskan kalau pemerintah Indonesia harus segera memperbaiki infrastruktur untuk menjaga tingkat kompetisi negeri ini dibanding negeri lain.
"Bayangkan saja, dari sini (Karawang) ke Priok itu butuh waktu 4 jam. Itu sangat lama sekali. Infrastruktur harus diperbaiki dan pembangunan harus dipercepat," katanya.
Pemerintah Indonesia sendiri memang sudah menyiapkan pelabuhan baru Cilamaya di Karawang untuk memotong waktu distribusi tadi. "Tolong dimengerti. Ini bukan saja demi kepentingan Toyota, tapi juga untuk kepentingan Indonesia. Untuk itu, infrastruktur harus diperbaiki agar kita bisa berkompetisi," tegas Nonami.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik