Tata Motors sudah resmi beroperasi selama 6 bulan di Indonesia dan langsung memiliki 5 dealer yang tersebar 3 di Jabodetabek, 1 di Solo dan 1 di Surabaya.
"Tahun ini kita akan kembali berekspansi. Kita targetkan akan ada 20 dealer di tahun ini. Kita juga tertarik untuk ke Sumatera dan Bali. Setelah itu, baru kita rambah Kalimantan dan Sulawesi," jelas Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) Biswadev Sengupta.
Tata Motors, menurutnya, akan memasuki bukan hanya kota besar semata, tapi juga kota-kota kecil seperti Cirebon, Purwokerto dan Malang. "Ini adalah tantangan besar untuk kami," ujarnya.
Untuk membangun 1 dealer itu, lanjut Biswadev, rata-rata membutuhkan biaya antara Rp 25-30 miliar. "Mereka (para investor) percaya dengan kualitas Tata, karena tidak mungkin anda mengeluarkan uang Rp 25-30 miliar bila tidak percaya. Ini adalah pekerjaan jangka panjang," lugasnya.
"Selain dealer, kami juga akan memperkuat pelayanan after sales, karena itu faktor yang penting untuk kepercayaan konsumen. Selain mempersiapkan bengkel resmi, akan banyak bengkel rekanan juga karena kita sudah kerja sama dengan Castrol. Kita mulai dari 10 bengkel rekanan, sementara 30 lagi akan mulai bulan ini bakal ada puluhan lagi di bulan-bulan ke depan," paparnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka