Menelisik Sejarah Mesin Toyota di Indonesia

Menelisik Sejarah Mesin Toyota di Indonesia

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 25 Feb 2014 12:30 WIB
Menelisik Sejarah Mesin Toyota di Indonesia
Karawang - Raksasa otomotif Jepang, Toyota kembali menginvasi Indonesia dengan mulai membangun pabrik mesin terbaru mereka di Karawang. Ternyata, sejarah Toyota memproduksi mesin di Indonesia sudah cukup panjang dan telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Di Karawang, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini melakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pembangunan pabrik mesin keduanya di Indonesia.

Karawang Engine Plant (Pabrik Mesin Karawang) tersebut berlokasi di kawasan industri Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE), Karawang Barat, Jawa Barat dan akan memiliki kapasitas produksi 216.000 per tahun ketika selesai dibangun pada tahun 2016 mendatang.

Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 2,3 triliun itu ditahap awal akan menyerap lebih dari 600 tenaga kerja baru dan dibangun berdekatan dengan fasilitas perakitan Toyota yang sudah ada sebelumnya, Karawang Plant I dan Plant II yang juga berada di Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC).

Mari kita lihat sepak terjang Toyota membuat mesin di Indonesia:

1. Era 1980-an

Ilustrasi (Mesin Toyota Corolla Altis)
Toyota Indonesia punya sejarah yang panjang dalam pengembangan pabrik mesin di Indonesia. Toyota sudah mendirikan pabrik mesin pertamanya di Indonesia pada Desember 1982.

Kegiatan operasional pabrik dimulai pada 1985 dengan memproduksi mesin 5K yang digunakan pada model Kijang generasi pertama.

Mesin 5K merupakan salah satu mesin yang paling banyak diproduksi di dunia serta terkenal dengan kehandalan performanya.

Pabrik mesin Toyota tersebut menjadi pabrik mesin pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas pengecoran blok mesin.

2. Era 1990an

Ilustrasi
Pada tahun 1991, fasilitas produksi engine Toyota sudah dilengkapi dengan pabrik baru untuk engine casting, yakni pembuatan blok mesin.

Dengan berdirinya pabrik casting, Toyota telah melakukan full manufacturing, membuat komponen mesin yang lengkap. Kedatangan peralatan baru ini semakin meningkatkan kandungan lokal Toyota Kijang sekaligus meningkatkan efisiensi produksinya.

Selain memenuhi pasar domestik, mesin 5K juga diekspor untuk memenuhi kebutuhan produksi mobil Toyota di negara lain seperti Malaysia sejak tahun 1989. Bahkan cylinder block mesin 5K juga diekspor ke Jepang untuk model Lite-Ace, kendaraan komersial setingkat di bawah Hi-Ace.

Dalam perjalanannya, kemampuan produksi pabrik mesin yang berlokasi di area Sunter ini terus ditingkatkan.

Memasuki 1997, Toyota memproduksi mesin 7K dengan kapasitas 1.8L yang digunakan pada model Kijang Kapsul atau Kijang generasi ke IV. Mesin 7K ini juga telah merambah pasar global. TMMIN mengekspor mesin 7K ke Taiwan dan Filipina sejak tahun 1996.

3. Era 2000an

Eksistensi Toyota belum berhenti. Sejalan dengan pengembangan proyek IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) termasuk salah satu seri di dalamnya yaitu Kijang ke generasi kelima, atau yang lebih dikenal dengan nama Kijang Innova di tahun 2004 dan Fortuner di tahun 2006, serta perkembangan kebutuhan akan mesin yang lebih ramah lingkungan, TMMIN memproduksi mesin tipe 1TR dengan kapasitas 2L dan 2TR dengan kapasitas 2.7L.

Mesin ini memiliki standar emisi EURO 2 untuk pasar domestik serta EURO 4 dan EURO 5 untuk pasar global tergantung permintaan negara tujuan ekspor. Tingkat kandungan lokal mesin tipe TR produksi pabrik TMMIN telah mancapai angka 60%.

Tidak hanya untuk memenuhi permintaan pasar domestik, mesin tipe TR ini juga sudah merambah pasar ekspor dengan 12 negara tujuan di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin.

Mesin berbasis metal ini dikenal tangguh sehingga menjadi andalan kendaraan IMV seperti Fortuner, Innova dan Hilux.

Toyota memiliki komitmen yang kuat untuk selalu meningkatkan aktivitas produksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga ekspor.

Di bulan Oktober 2013 lalu, TMMIN melakukan perluasan ekspor mesin TR ke Kazakhstan dengan volume sekitar 275 unit per bulan. TMMIN juga memiliki kompetensi dalam memproduksi mesin ethanol. Produk ini diekspor ke Argentina sejak tahun 2011 dengan volume sebanyak 7.000 unit per tahun.

Sejak awal memulai aktivitas ekspor mesin di tahun 1989 hingga kini, TMMIN mencatatkan volume ekspor sebanyak lebih dari 1,1 juta unit mesin utuh dalam berbagai tipe ke mancanegara.

4. Risalah Aktivitas Toyota

Risalah pabrik mesin Toyota

1982Β Β Β  Pendirian Pabrik Mesin Toyota Pertama di Indonesia dengan nama PT Toyota Engine Indonesia
1985Β Β Β  Produksi mesin perdana dimulai
1987Β Β Β  Ekspor Perdana Kijang dengan mesin 5K ke Brunai dan Papua New Gini
1989Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe 5K ke Malaysia
1991Β Β Β  Ekspor Perdana cylinder block mesin tipe 5K ke Jepang
1996Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe 7K ke Taiwan dan Filipina
2004Β Β Β  Mulainya proyek IMV dan produksi mesin tipe TR;
Ekspor perdana cylinder block mesin tipe TR ke Thailand
2005Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe TR ke Argentina, Filipina, India, Malaysia, Vietnam, Afrika Selatan
2007Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe TR ke Taiwan
2011Β Β Β  Ekspor Perdana mesin etanol ke Argentina
2012Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe TR ke Mesir
2013Β Β Β  Ekspor Perdana mesin utuh tipe TR ke Thailand dan Kazakhstan
2014Β Β Β  Pemancangan tiang pertama (Ground Breaking) Pabrik Mesin Karawang
Halaman 2 dari 5
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads