Hal revolusioner tersebut hendak dilakukan raksasa bernama lengkap Bayerische Motoren Werke AG itu dengan rencana mengembangkan teknologi serat karbon untuk digunakan di pelek mobil produksi massal.
Biasanya, serat karbon hanya digunakan untuk membuat body mobil sport. Kalaupun ada pelek yang menggunakan serat karbon, itu tidak diproduksi secara massal alias hanya diproduksi dalam jumlah sedikit. Hal ini yang akan dirombak oleh BMW.
Pengembangan bahan ini sendiri telah dimulai sejak proyek i3 dan i8 dibuka. Ini adalah gagasan manajer konstruksi ringan BMW Franz Storkenmaier yang ditugaskan untuk mencari cara untuk mengembangkan sistem baru industrialisasi serat karbon.
Setelah selesai pada i3 dan i8, dia kini ditugaskan untuk mencari kegunaan lain serat karbon untuk dipatenkan. Akhirnya, Storkenmaier mengembangkan bahan itu untuk membuat berbagai hal mulai dari roda kemudi hingga pelek.
Sekarang, BMW sedang berusaha untuk meyakinkan regulator Eropa bahwa pelek berbahan serat karbon cukup kuat dan aman untuk digunakan di jalanan. Apalagi serat karbon memiliki reputasi meski ringan dan sangat kuat tetapi tidak lentur. Sehingga kalau tertabrak bisa patah atau hancur.
Keunggulannya, menggunakan serat karbon akan bobot pelek menjadi lebih ringan dan pada akhirnya akan membuat mobil jadi lebih efisien.
Tapi Storkenmaier berdalih kalau pelek dari serat karbon bisa lebih kuat dari bahan aluminium. Terlebih menurutnya kini sudah ditemukan teknologi pencampuran antara serat karbon dan bahan lain yang membuatnya jauh lebih kuat.
"Pelek serat karbon kuat. Mereka benar-benar tahan untuk menahan benturan lebih dari pelek standar karena sulit untuk merusak bahan ini," kata Storkenmaier di Auto Express.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu