Paling tidak itulah yang terjadi di China. Menurut pemerintah kota Beijing pembeli mobil listrik hanya kurang dari 0,1 persen dari total masyarakat yang ingin membeli mobil baru.
Hanya 1.701 calon pembeli mobil listrik. Sangat jauh bila melihat ada 1.841.213 aplikasi pembelian mobil baru. Sisanya kebanyakan masih memilih untuk membeli mobil bermesin bensin dan diesel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurangnya infrastruktur pengisian tenaga listrik diprediksi jadi penyebab meski pemerintah kota mengatakan kalau mereka berencana untuk mendirikan 1.000 stasiun pengisian tenaga listrik pada akhir tahun ini dan akan mencakup seluruh kota di 2017.
Padahal, kabar berhembus kalau para calon pembeli mobil listrik diberi kemudahan untuk mendapatkan pelat nomor. Ada kuota untuk pembeli mobil listrik tiap bulannya dari 20.000 pelat yang dikeluarkan. Dengan kebijakan itu, pemerintah Beijing sebenarnya ingin agar mobil listrik memiliki komposisi seper-empat dari mobil yang ada di jalanan.
Terlebih, menurut South China Morning Post, pemerintah kota Beijing juga telah memberikan subsidi hingga 108.000 yuan atau sekitar Rp 209 jutaan untuk masyarakat yang mau membeli mobil listrik.
(syu/ady)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan