Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, menuturkan dengan besarnya pasar MPV nasional, semua pabrikan ingin memasuki segmen ini.
"Penjualan Xenia masih normal. Dan pasar yang gemuk normal jika dimasuki ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) lain. Kalau saya jadi mereka, saya juga akan masuk. Normal di era pasar bebas seperti ini," kata Amelia.
Menurut dirinya pasar MPV bonnet memang lebih digemari di Indonesia. "Karena ini pasar terbuka dan masyarakat lebih suka dengan bonnet (seperti MPV Xenia), wajar kalau banyak brand masuk kesana, dan juga mendapati manisnya kue MPV," ujarnya.
Namun jika melihat penjualan bulan lalu Xenia mengalami penurunan, akan tetapi Daihatsu melihat itu hanya akibat adanya perluasan pasar dengan datangnya pemain baru.
"Bulan lalu masih 4.000 lebih, memang ada penurunan. Tapi menurut kami, ini masih dalam tahap yang biasa saja. Karena memang banyak pilihan (model-model baru), dan kita harus adil untuk membagi bersama yang lain," tutupnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...