Meski begitu, ini adalah langkah Kuba menuju keterbukaan. Sebenarnya sejak 2 tahun lalu warga kuba sudah bisa membeli dan menjual mobil bekas dari satu sama lain, tetapi untuk itu semua warga harus meminta izin dari pemerintah.
Dewan Menteri akhirnya menyetujui peraturan baru yang menghilangkan mekanisme yang melibatkan persetujuan negara saat membeli kendaraan bermotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah dealer mobil Peugeot di ibukota Havana melepas 206 denga harga setara US$ 91.000 (Rp 1,1 miliar) dan 508 dengan harga US$ 262.000 (Rp 3,1 miliar)
Angka itu sangatlah tinggi. Padahal upah bulanan pegawai pemerintahan disana rata-rata hanyalah US$ 20 (Rp 243 ribuan) saja.
"Saya mendapatkan 600 peso Kuba per bulan (sekitar US$ 30/Rp 364 ribu). Itu berarti dalam hidupku, aku tidak bisa membeli salah satu dari ini. Saya akan mati sebelum saya bisa membeli mobil baru," kata Roberto Gonzales, seorang sopir yang bekerja untuk negara dan masih menggunakan Plymouth tahun 1950an.
Di Kuba sendiri sebelum bulan September 2011 hanya mobil yang diproduksi sebelum 1959 --sebelum revolusi Kuba terjadi-- yang bebas dijual-beli. Itu kenapa kota-kota Kuba adalah surga bagi mereka yang sangat suka melihat mobil vintage. Dan dari 650.000 mobil yang ada disana, setengahnya dimiliki oleh negara.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin