Ketua Tim Penelitian Sedan dan Bus listrik Hevina, Hapid mengatakan jika nanti sudah masuk ke jalur produksi maka tidak akan lagi menggunakan platform Timor. Semuanya akan diproduksi sendiri atau dicetak sendiri di Indonesia.
"Platform itu hanya untuk prototipe riset saja. Setelah nanti masuk ke level 8 maka semuanya akan dicetak dan tidak lagi pakai punya Timor," kata Hapid saat dihubungi detikOto, Senin (23/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu kan Timor sempat jaya di Indonesia. Jadi itu salah satu alasan kami. Tapi jika dilihat dari depan tidak seperti Timor, hanya dari belakang saja, terutama lampunya, coba saja Anda lihat," ujarnya.
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan bisa memproduksi mobil listrik secara massal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2017 mendatang.
Sebelum diproduksi massal, tahun 2014, terlebih dulu akan diproduksi mobil listrik non komersial. Dalam waktu dekat akan disiapkan kelayakannya dan di 2015 Indonesia sudah bisa memproduksi mobil listrik semi komersial.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit