Toyota Ajarkan Anak SMK Bikin Mobil yang Efisien

Toyota Ajarkan Anak SMK Bikin Mobil yang Efisien

Muhammad Ikhsan - detikOto
Jumat, 20 Des 2013 18:22 WIB
Toyota Ajarkan Anak SMK Bikin Mobil yang Efisien
Jakarta - Toyota Indonesia memperlihatkan kinerja Toyota Production System (TPS) di Indonesia-Japan Expo 2013 di JIExpo, Kemayoran 19-22 Desember 2013. TPS sendiri adalah kunci sukses Toyota dalam membuat berbagai model mobil yang efisien.

Menariknya, kegiatan ini melibatkan sejumlah siswa SMK I jurusan teknik Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat, dan dipandu pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Sebab para pelajar sekolah menengah kejuruan teknik itu perlu dibekali pembelajaran seperti ini. Para siswa tersebut diajak untuk membandingkan tahapan produksi secara konvensional dengan TPS dengan menggunakan alat peraga berupa mainan Tamiya sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya mereka menerapkan pola konvensional dalam memproduksi mobil dengan melewati pos pemasangan casing wheel, pemasangan baterai dan assembling sesuai permintaan diler atas pesanan konsumen. Setelah itu, mereka menerapkan TPS.

Hasilnya, para siswa tersebut mengetahui keuntungan penerapan TPS mampu menyesuaikan keinginan konsumen, baik dari segi jumlah, ketepatan waktu, selain bisa ditekannya jumlah unit yang lost maupun cacat dan sedikitnya jumlah stok dalam proses.

"Kami ingin memberikan pengalaman bagaimana TPS bisa diterapkan di berbagai kegiatan produksi, dan bagaimana sistem ini bisa meningkatkan efisiensi," kata Executive General Manager External Affairs Division PT TMMIN, Bob Azam dalam keterangan resminya.

TPS memiliki dua pilar utama yaitu Just in Time (JIT) dan Jidoka.

Dengan Just in Time, Toyota memproduksi kendaraan sesuai dengan jenis yang diperlukan, pada saat yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya penumpukan dalam penyimpanan serta menjamin kualitas kendaraan yang diterima pelanggan selalu dalam kondisi prima. Kendaraan yang diterima oleh konsumen adalah kendaraan yang baru selesai diproduksi di pabrik Toyota, bukan kendaraan yang telah disimpan lama.

Pilar kedua TPS adalah Jidoka yaitu berbagai aktivitas yang mencegah terjadinya ketidaknormalan untuk menjaga kualitas produksi selalu prima. Tiga prinsip dasar Jidoka adalah tidak menerima cacat, tidak membuat cacat dan tidak meneruskan cacat. Pengejawantahan prinsip ini adalah dengan memberikan wewenang penuh bagi operator unutk menghentikan lini produksi jika terjadi abnormalitas.

Pada dasarnya JIT dan Jidoka merupakan dua hal yang kontradiksi. Saat sebuah proses produksi mengoptimalkan JIT dengan menitikberatkan efisiensi, terkadang kualitas yang diusung oleh prinsip Jidoka, diabaikan. Inilah yang menjadi keistimewaan TPS. TPS mampu menyelaraskan kedua prinsip yang kontradiksi tersebut sehingga dapat mencapai tingkat efisiensi tinggi tanpa melupakan kualitas yang baik.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads