Tesla tidak bisa menggunakan nama merek mereka di China karena merek Tesla telah dimiliki oleh salah satu perusahaan China Baosheng Zhan.
Merek Tesla telah didaftarkan oleh Baosheng Zhan pada 2009 lalu. Baosheng Zhan mendaftarkan nama Tesla untuk nama sebuah mobil penumpang, jadi akan sulit bagi Tesla Motors untuk masuk ke China. Dia sendiri enggan menyerahkan merek itu pada Tesla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu sales Tesla di Beijing Ma Li mengakui Tesla belum memiliki nama China. Dia juga tidak bisa memprediksi apakah ke depan bakal ada nama China untuk Tesla.
Hal ini kemudian membuat riuh pengguna internet di China. Mereka mulai memprediksi nama apa yang akan dipakai Tesla di China.
Di situs Twitter ala China, Sina Weibo, penggunanya menyarankan mengenalkan nama Te Su Le yang berarti 'kebahagiaan dalam kecepatan'.
"Te Su Le bisa diterima dengan cepat dan terdengar lebih beruntung. Jangan lupa membayarku jika nama itu yang dipilih," ujar seorang blogger.
Blogger lain, Michael Pu kurang setuju. "Nama itu tidak terdengar cocok, terlalu vulgar," ujarnya seperti dilansir Reuters, Jumat (21/12/2013).
Menggunakan nama merek yang mirip dengan produk buatan luar negeri bukan hal yang tabu dilakukan oleh pengusaha China. Mereka melakukan hal itu agar mendapatkan keuntungan kelak.
Contohnya, di 2012, Apple setuju membayar US$ 60 juta sebagai kompensasi hak cipta kepada perusahaan China yang sudah memiliki nama iPad di China.
Karena itu, para ahli hukum di China berpendapat bakal sulit bagi Tesla untuk menggunakan merek Tesla kecuali mereka menggunakan nama lain.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi