Hal demikian ditegaskan oleh GM Corporate Planning and Public Relation PT TAM, Widyawati Soedigdo.
"Inden Agya tergantung model dan warna. Sekarang ini yang laku G dan TRD. Pertama launching orang-orang kaya minta yang atas. Soal warna, warna putih paling favorit," kata Widya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Segmen yang dituju mobil harga terjangkau ini akan tepat sasaran dalam waktu beberapa bulan setelah waktu peluncuran, seperti pengalaman-pengalaman TAM pada beberapa model Toyota yang dipasarkan di Indonesia.
"Pada launching produk baru, pembelinya itu belum pembeli sesungguhnya. Orang-orang yang antusias yang banyak duit, sebenarnya bukan targetnya langsung ya. Tapi pasti tercapai karena ada titik tertentu. Kayak waktu Avanza dulu. Kita punya pengalaman begitu," yakin Widya.
Widya menegaskan fenomena konsumen 'palsu' Toyota Agya ini wajar sekali di Indonesia. Soalnya konsumen Toyota Agya sesungguhnya tidak tahan menunggu masa inden mobil tersebut karena menilai mobil harus segera digunakan dengan alasan tidak ada pilihan kendaraan. Masa inden Toyota Agya masih tentatif karena tergantung kapasitas produksi pabrik Toyota masih terbatas.
"Biasanya karena pembeli aslinya mereka tidak mau menunggu lama inden," yakin Widya.
Toyota Agya dibanderol mulai Rp 99,9 juta - Rp 120,75 juta on the road Jabodetabek.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes