Pebalap muda Alinka Hardianti pun memberi beberapa tips untuk pengendara akan bisa berkendara dengan aman. Apa saja itu?
"Selain memperhatikan masalah eksterior seperti kondisi ban, atau kondisi mesin, ada hal-hal lain yang sepele yang harus diperhatikan," katanya dalam coaching clinic Toyota Avanza 10 Tahun di Jakarta, Minggu (15/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu atur posisi kemudi, tinggi-rendahnya. Jangan juga terlalu jauh, jangan terlalu dekat. Tangan terlalu ribet kalau posisi kemudi terlalu dekat, kalau terlalu jauh akan menyusahkan juga. Jarak idealnya 40 cm, itu jarak dada ke setir. Tidak perlu bawa penggaris, cukup letakkan tangan saja ke roda kemudi untuk mengetahuinya," tambahnya.
Setelah itu, atur pula posisi kaca spion. Idealnya, lanjut Alinka, semakin sedikit body mobil yang kelihatan di kaca spion maka semakin bagus karena bisa meminimalisasi blindspot.
"Kalau bisa 30 persen saja body mobilnya yang kita lihat di spion. Sisanya jalan," ujarnya.
Setelah memasang sabuk pengaman, maka tugas kaki untuk mengerem dan mengegas. "Nah ini juga banyak yang salah kaprah. Ada yang mengerem dengan kaki kiri. Itu salah, yang benar adalah dengan kaki kanan, entah itu mobil manual atau matik," katanya.
"Kalau untuk gas, jaga putaran mesin maksimal di 3.000 rpm. Dan kalau mengerem, jangan mendadak dan selalu jaga jarak dengan mobil di depan," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar