Raksasa otomotif Amerika itu baru saja mengumumkan kalau mulai 2016 mendatang mereka hanya akan bersaing di Eropa dengan merek Opel dan Vauxhall. Chevrolet akan mundur di pasar terbesar di Eropa Barat dan Timur.
Salah satu alasannya adalah karena situasi ekonomi Eropa yang masih menyulitkan siapa saja untuk berkembang. Di sisi lain, Chevrolet tidak mau membuat konsumen bingung dengan banyaknya merek yang ada, terlebih kebanyakan model Chevrolet yang dijual di Eropa diproduksi di Korea Selatan yang membuatnya jadi kurang bisa bersaing, terutama dalam hal harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eropa merupakan wilayah kunci bagi GM dengan manfaat dari Opel dan Vauxhall yang kuat dan selanjutnya penekanan kuat pada Cadillac," ujar Chairman dan CEO GM Dan Akerson.
"Untuk Chevrolet, (merek) itu akan memungkinkan kami memfokuskan investasi kami di mana kesempatan untuk pertumbuhan paling besar," tambahnya.
Tapi walau akan segera mundur, GM menekankan kewajiban mereka pada para pemilik mobil Chevrolet di Eropa tetap akan dijalankan. "Pelanggan kami dapat yakin bahwa kami akan terus-menerus ke menjaga garansi, suku cadang dan servis untuk kendaraan Chevrolet mereka, dan untuk kendaraan yang dibeli antara sekarang dan akhir 2015," ujar Thomas Sedran, President dan Managing Director Chevrolet Europe.
"Kami ingin berterima kasih kepada pelanggan dan dealer kami untuk kesetiaan mereka kepada merek Chevrolet di Eropa," lugasnya.
Dengan keputusan untuk tidak akan lagi menjual Chevrolet di Eropa Timur dan Barat, GM mengharapkan dapat biaya operasional hingga US$ 700 juta hingga US$ 1 miliar pada kuartal keempat dan ingin hal itu terus berlanjut sampai paruh pertama 2014.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer