Wacana yang bernama Zero Growth atau tidak ada pertumbuhan pembelian mobil dan motor ini rencananya akan diterapkan di Bali dan sekitarnya.
Senior Marketing PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana menuturkan sebaiknya benahi dulu transportasi publik dengan baik dan benar. Setelah itu baru bisa menerapkan pembatasan kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Astrid, karena memang pada saat adanya pembatasan kendaraan harus diimbangi dengan tanggung jawab dari pemerintah untuk memastikan bahwa mobilisasi orang-orang atau masyarakat lebih terjamin.
"Sebenarnya kalau dibilang pembatasan mobil dalam artian berapa banyak mobil yang harus dimiliki harusnya juga diimbangi dengan usia mobil. Misalnya mobil tua dibatasi atau pajaknya dinaikan," katanya.
Tapi, lanjut Astrid kalau memang wacana itu akan diterapkan di Bali pihaknya akan tetap memantau dan mempelajari regulasi-regulasinya lebih dalam lagi.
"Kalau dari kita sih seperti biasa, kita melihat dulu regulasinya. Kita juga belum tahu kearah mana regulasinya akan seperti apa. Tapi kita melihat tetap industrinya maju (tidak akan berkurang) karena biar dibilang pembatasan mobil tapi kan tetap ada konsumen yang butuh sarana transportasi," tuntasnya.
(ady/ikh)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu