Ini Komentar Masyarakat Kalau Mobil Dibatasi

Ini Komentar Masyarakat Kalau Mobil Dibatasi

Aditya Maulana - detikOto
Selasa, 03 Des 2013 14:13 WIB
Ini Komentar Masyarakat Kalau Mobil Dibatasi
Jakarta - Pemerintah Provinsi Bali memiliki wacana yang bernama Zero Growth atau tidak ada pertumbuhan pembelian mobil dan motor. Meski belum diterapkan, tapi wacana ini sudah menuai kontra.

Khususnya di kalangan masyarakat Bali yang banyak menentang wacana itu. Seperti yang dikeluhkan oleh warga Bali, Putu Wirata. Ia mengatakan sebelum diterapkan wacana itu harus dikaji lagi lebih dalam.

"Kalau banyak merugikan masyarakat sebaiknya wacana itu disetop. Masih banyak cara lain yang lebih masuk akan untuk membatasi kendaraan di Bali," ujar Putu saat dihubungi detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bali Corruptions Watch (BCW) ini mengatakan sebelum menerapkan wacana itu, harus melihat dulu sarana transportasi publik di sejumlah wilayah terutama di tempat-tempat yang terpencil yang belum terjamah oleh angkutan umum.

"Seperti masyarakat di desa Karangasem, disitu banyak sekali dusun yang tidak dilewati angkutan umum, kalau jalan kaki bisa 2 sampai 3 jam sampai ke jalan utama. Kalau tidak boleh beli sepeda motor banyak sekali kerugian mereka," katanya.

Dilanjutkannya, kebijakan itu tidak bisa dilihat dari 1 wilayah saja seperti Sanur dan Kuta, tapi Gubernur juga harus melihat disemua wilayah yang ada di Bali.

Kalau seperti itu, Putu yakin kalau masyarakat Bali dan sekitarnya tidak akan menyetujui wacana itu. Dan masih banyak cara lain selain wacara Zero Growth.

"Misalnya dengan mengatur pajak progresif untuk pemilik kendaraan yang punya mobil lebih dari 1, atau membenahi transportasi publik agar di pelosok-pelosok memiliki transportasi publik yang memadai," tuntasnya.

Bagaimana jika kota lain menerapkan ini? Via Twitter @detikoto, Primanto Ali Murtaji (@ali_311087) juga ikut berkomentar.

"mobil motor baru boleh, tp tiap penambahan 1 mobil baru harus ada pemusnahan 1 mobil tua, jadi jumlahnya tdk bertambah. selain Bali, Jakarta dan Bandung merupakan 2 kota yang paling utama menerapkan #zerogrowth," ujarnya.

"bagus dr segi pengurangan jumlah kendaraan, tp efek samping dari segi perekonomian dan ketenagakerjaan bakal besar jg #zerogrowth," celoteh Asarif Jr. @reizarda.

"langkah yang berani, diterapkan di jakarta? hanya bisa bilang HAHA #zerogrowth," ujar Bagia Ramadhan @bagiaaa.

Bagaimana menurut Anda Otolovers? Silakan Anda berkomentar.

(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads