Peta industri otomtif akan berubah dari mendukung mobil hybrid dan dan plug in hybrid ke mobil hidrogen atau diesel. Fenomena ini tentu tidak menguntungkan pabrikan mobil listrik salah satunya Tesla.
"Saya tidak berpikir mereka hanya harus memilih teknologi yang mereka katakan lebih baik," kata Presiden Audi Amerika, Scott Keogh ketika menanggapi mobil diesel lebih menguntungkan dilansir inautonews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah AS jor-joran mendukung pengembangan mobil hybrid dan plug in hybrid. Bahkan pemerintah Obama, pada 2009 silam menetapkan 1 juta kendaraan listrik di jalan-jalan AS pada tahun 2015.
Salah satu dukungan pada yakni pada produsen mobil listrik Tesla Motors. Selama pemerintah Obama, mobil listrik ini diberi subsidi sampai US$ 10.000.
Selain Tesla, Fisker Automotive Inc salah satu bagian dari rencana pemerintah AS. Tapi sayang, pinjaman ke perusahaan ini bermasalah setelah Fisker menghentikan produksi karena mobil-mobilnya tidak diminati.
(ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil