Mampukah Avanza Bertahan di Tengah Serbuan MPV Murah?

Mampukah Avanza Bertahan di Tengah Serbuan MPV Murah?

Muhammad Ikhsan - detikOto
Selasa, 12 Nov 2013 15:47 WIB
Mampukah Avanza Bertahan di Tengah Serbuan MPV Murah?
Jakarta - Sejak diluncurkan sekitar 10 tahun silam, si kembar Avanza dan Xenia terus bertengger di puncak dan menjadi penggerak pasar segmen low Multi Purpose Vehicle (MPV). Avanza bahkan sempat menembus rekor penjualan sebanyak 20.066 unit pada September 2013.

Berkat kedua mobil ini, pangsa pasar Low MPV merupakan segmen yang terbesar di Indonesia dengan mencapai sekitar 33 persen dari total penjualan mobil nasional.

Nah, melihat kondisi ini, para pesaing Avanza dan Xenia mulai bermunculan. Pasar MPV murah yang berkembang pesat setidaknya menarik perhatian Chevrolet dengan Spin, Datsun GO+ dari Nissan, Honda dengan Mobilio, Mazda dengan Mazda VX-1 dan Suzuki dengan Ertiga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelima MPV murah ini siap merebut pasar Avanza dan juga Xenia tanpa belas kasihan. Berbagai cara dilakukan pesaing bahkan mengakui MPV murahnya didukung mobilitas tinggi demi menyaingi si duo kembar.

Teknologi dan sistem keamanan pun diusung untuk merontokkan dominasi Avanza dan Xenia. Dan trik ini diakui salah satu kunci untuk memenangkan persaingan pasar MPV murah.

Lantas apa yang akan dilakukan Toyota untuk mempertahankan dominasinya di Tanah Air? Apa ada strategi khusus?

"Saya bilang kita tidak ada cara spesial atau cara lain atau campaign khusus. Tapi kita mengedukasi kepada masyarakat Indonesia MPV mana yang cocok untuk Indonesia. Seperti penggerak roda belakang yang kuat dan kenyamanan juga ada di situ. Yang paling laku itu MPV gerak roda belakang," ujar GM Corporate Planning and Public Relation PT Toyota-Astra Motor (TAM), Widyawati Soedigdo, Selasa (12/11/2013).

Membeli kendaraan, menurut dia, bisa hanya sekali, tetapi si pemilik kendaraan bisa menghabiskan dalam jangka waktu yang lama dengan kendaraan. Selama itu pula, kemampuan pabrikan dalam mendukung spare part dan sebagainya dipertanyakan, dan di sini lah keunggulan merek seperti Toyota.

"Kita bisa bersama dengan mobil itu selama 6 tahun bahkan lebih dan banyak pertimbangan seperti spare part, resale value dan sebagainya," katanya.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads