Berkat kedua mobil ini, pangsa pasar Low MPV merupakan segmen yang terbesar di Indonesia dengan mencapai sekitar 33 persen dari total penjualan mobil nasional.
Nah, melihat kondisi ini, para pesaing Avanza dan Xenia mulai bermunculan. Pasar MPV murah yang berkembang pesat setidaknya menarik perhatian Chevrolet dengan Spin, Datsun GO+ dari Nissan, Honda dengan Mobilio, Mazda dengan Mazda VX-1 dan Suzuki dengan Ertiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi dan sistem keamanan pun diusung untuk merontokkan dominasi Avanza dan Xenia. Dan trik ini diakui salah satu kunci untuk memenangkan persaingan pasar MPV murah.
Lantas apa yang akan dilakukan Toyota untuk mempertahankan dominasinya di Tanah Air? Apa ada strategi khusus?
"Saya bilang kita tidak ada cara spesial atau cara lain atau campaign khusus. Tapi kita mengedukasi kepada masyarakat Indonesia MPV mana yang cocok untuk Indonesia. Seperti penggerak roda belakang yang kuat dan kenyamanan juga ada di situ. Yang paling laku itu MPV gerak roda belakang," ujar GM Corporate Planning and Public Relation PT Toyota-Astra Motor (TAM), Widyawati Soedigdo, Selasa (12/11/2013).
Membeli kendaraan, menurut dia, bisa hanya sekali, tetapi si pemilik kendaraan bisa menghabiskan dalam jangka waktu yang lama dengan kendaraan. Selama itu pula, kemampuan pabrikan dalam mendukung spare part dan sebagainya dipertanyakan, dan di sini lah keunggulan merek seperti Toyota.
"Kita bisa bersama dengan mobil itu selama 6 tahun bahkan lebih dan banyak pertimbangan seperti spare part, resale value dan sebagainya," katanya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi