Direktur Eksekutif Ikatan Alumni ITB Jakarta, Khalid Zabidi mengatakan kedua mobil rancangan Ricky Elson ini kaya akan seni, seperti pelukis ketika menorehkan kuasnya di atas kertas.
"Mobil ini sebenarnya adalah produk kesenian dan kebudayaan. Mobil dibentuk dalam tataran tertentu dengan diselingi adanya kreativitas. Mobil ini bernilai seni tinggi," kata pria yang akrab disapa Alit ini kepada detikOto, Senin (4/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan double yang dibawanya. Ini kekuatan, satu lagi kami merasa ini harus dipromosikan," pungkas Alit.
Pria alumni ITB ini menambahkan, antara Selo dan Gendhis bukan lagi sekedar mobil listrik karena ini kedua mobil listrik ini menginspirasi banyak orang. Dan sebaliknya siapapun yang mengaguminya disitulah letak keberhasilan tangan-tangan seni anak bangsa.
"Ini bukan mobil dan cuma mesin, ini inspirasi dan kreativitas yang tak tenilai," tutup Alit.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?